Matanurani, Pekanbaru – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pencabutan izin perusahaan yang dinilai abai terhadap pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Presiden menyampaikan perintah itu saat memimpin rapat penanganan karhutla di Riau, yang digelar di Posko Aju Provinsi Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (24/8).
Prabowo dalam rapat itu menyatakan bahwa perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan karhutla memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga dan mencegah terjadinya kebakaran.
Kepala Negara bahkan meminta supaya izin perusahaan yang tidak menunjukkan kepedulian terhadap penanganan karhutla dicabut.
“Siapa pun, korporasi apa pun, jika sedikit saja mereka terindikasi menyuruh membakar-bakar, cabut izinnya. Siapa perusahaan yang tidak mau ikut menjaga, kami cabut izinnya. Itu, kan, sumber pendapatan mereka juga,” kata Prabowo.
Menurut dia, langkah tegas tersebut diperlukan untuk memastikan perusahaan tidak hanya memanfaatkan sumber daya dan memperoleh keuntungan dari wilayah operasionalnya, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan.
Penanganan karhutla, kata Prabowo, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk perusahaan yang memiliki aktivitas di kawasan rawan kebakaran.
Rapat tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Provinsi Riau M. Edy Afrizal, serta pejabat terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, jajaran Forkopimda Riau juga memaparkan berbagai upaya penanganan karhutla yang telah dilakukan secara bersama-sama.
Mulai dari pemadaman di lapangan, pembangunan embung sebagai sumber air, hingga dukungan terhadap petugas dan masyarakat yang terdampak asap.
Presiden Prabowo menilai sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait dalam penanganan karhutla di Riau sudah berjalan dengan baik. Namun, dia menekankan pentingnya pengawasan dan langkah preventif agar kebakaran tidak terus berulang.
Prabowo juga sebelumnya mengapresiasi pola penanganan karhutla di Riau dan menyebut sejumlah langkah yang dilakukan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Terima kasih, saya gembira melihat penanganan saudara-saudara. Saya kira ini sesuatu yang baik kita catat untuk dibawa ke daerah-daerah lain penanganannya. Langkah-langkah kegiatan preventif kalian juga cukup bagus,” ujar Prabowo. (Jpn).


































