Matanurani, Jakarta – Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Usman Kansong meminta kubu paslon 02 tak menggunakan jurus dewa mabuk dalam menyikapi aksi peretasan jelang pemilu. Kasus peretasan menimpa dua politikus Partai Demokrat, Imelda Sari dan Ferdinand Hutahaean.
“Lagi musim juga playing victim. Jadi kita tahan diri dulu jangan pakai jurus dewa mabuk,” ujar Usman dalam diskusi Polemik MNC Trijaya di d’Consulate Resto, Menteng, Jakarta, Sabtu (6/4).
Usman menganggap kasus peretasan bukan saja merugikan kubu 02 melainkan juga kubu 01. Sebab, tak jarang kasus peretasan yang muncul, kubu 01 yang jadi tertuduh. Sementara faktanya tidak demikian.
“Kita juga dirugikan karena kita mendapat tuduhan. Padahal dipastikan tidak dari kita. Apalagi kalau menuduh tanpa bukti, itu merugikan demokrasi,” jelasnya.
Maka itu, Kansong sepakat kasus peretasan jelang pemilu 17 April segera diusut tuntas. Hal ini perlu dilakukan aparat kepolisian untuk mengusut pelaku dan motif aksi peretasan sehingga tak menjadi bola liar di masyarakat.
“Saya kira kita setuju dengan 02 untuk mendorong kasus ini diusut secara hukum. Jadi kasus ini bisa menimpa siapa saja ya baik TKN maupun BPN. Jadi kita dorong untuk diusut tuntas,” tukasnya.(Sin).





































