Home Nasional Keterwakilan Perempuan di Parlemen Belum Capai 30 Persen

Keterwakilan Perempuan di Parlemen Belum Capai 30 Persen

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Ketimpangan gender yang tercermin dari minimnya keterwakilan perempuan di lembaga parlemen Indonesia, masih menjadi ironi hingga kini. Tercatat, selama perhelatan Pemilu 1955 hingga 2014 lalu, keterwakilan perempuan di legislatif tidak pernah menyentuh angka 30 persen.

“Pada (Pemilu) 2014, tren keterpilihan perempuan di lembaga legislatif cenderung menurun dibandingkan tahun 2009, yang mengalami kenaikan hanya di tingkat DPRD Kabupaten/Kota yang meningkat dari 12 persen (2009) menjadi 14 persen (2014),” ungkap Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (19/12) .

Wanita yang karib disapa Nuning ini mengatakan, hal itu berdampak pada prolegnas yang abai terhadap realitas ketimpangan gender dan diskriminasi perempuan. “Selain itu, pembahasan RUU tentang Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG) dan RUU Ketahanan Keluarga juga lama tertunda,” sesalnya.

Padahal lanjut Nuning, keluarga sebagai sebuah satuan sosial terkecil memiliki peranan penting untuk mewujudkan cita-cita pembangunan dan menangkal berbagai pengaruh negatif.

Ia menjelaskan, dari 34 provinsi di Indonesia, setengahnya atau sebanyak 17 provinsi memiliki nilai Rintisan Indeks Ketahanan Keluarga (R-IKK) di atas rata-rata nasional dan sebaliknya.

Sedangkan 23 provinsi di Indonesia telah masuk dalam kategori tingkat ketahanan keluarga ‘tinggi’ atau ‘sangat tinggi’. Provinsi dengan R-IKK tertinggi yaitu terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebaliknya, provinsi dengan R-IKK terendah terdapat di Papua.

“Kemudian terdapat dua provinsi yang masuk dalam kategori R-IKK rendah, yaitu NTT dan NTB. Sementara itu, sebanyak delapan provinsi termasuk ke dalam kelompok yang memiliki ketahanan keluarga kategori cukup,” tandasnya.(Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here