Matanurani, Ternate – Nurlela yang berusia 56 tahun merupakan seorang karyawan di sebuah panti asuhan sosial. Suatu hari ia datang berkunjung ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Ternate untuk mengubah data suaminya yang sudah meninggal dunia pada November 2018 lalu.
Sebagai peserta JKN-KIS yang bergabung sejak tahun 2018, ia menceritakan kisahnya yang merasa sangat terbantu dengan program JKN-KIS. Ia mulai bercerita bahwa setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan dan observasi, akhirnya suaminya dilarikan ke RSUD. dr. H. Chasan Boesoirie untuk menjalani operasi kanker getah bening yang dideritanya. Setelah operasi selesai dilaksanakan, ia sangat lega karena biayanya sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Saya tidak bisa membayangkan kalau tidak menjadi peserta JKN-KIS dari mana saya bisa mendapatkan biaya untuk operasi suami saya,” ungkapnya.
Setelah operasi, suaminya masih harus menjalani kemoterapi di RS Islam Ternate. Dirinya semakin merasa bersyukur karena ternyata biaya kemoterapi pun ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun sayang, Tuhan berkehendak lain, seusai menjalani kemoterapi, suaminya meninggal dunia.
“Awalnya sebelum menggunakan kartu JKN-KIS saya bingung karena biaya pengobatan suami pasti sangatlah mahal. Tapi untunglah dengan menjadi peserta JKN-KIS saya sudah membuktikan sendiri bahwa program ini sangat membantu dan menolong saya,” ucap Nurlela terharu.
Nurlela sangat bersyukur dengan adanya kartu JKN-KIS bisa meringankan beban keluarganya. Pelayanan yang didapatkan saat menggunakan kartu JKN-KIS juga sangat memuaskan.
Nurlela mengaku tidak hanya ia dan suaminya saja yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, anak beserta cucunya juga sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Melihat manfaatnya yang luar biasa, Nurlela tidak segan-segan menghimbau agar masyarakat yang belum mendaftar, supaya segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS.
“saya sangat takut karena kita sebagai manusia tidak tahu kesehatan maupun umur kita, bisa saja tiba-tiba sakit tetapi tidak mempunyai uang untuk bayar rumah sakit. Jadi kartu JKN-KIS ini akan sangat membantu kita,“ ungkap Nurlela yang ditemui di Kantor BPJS Cabang Ternate (9/01).
Nurlela juga menceritakan bahwa masih ada orang di sekelilingnya yang setelah mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan kemudian malah tidak lagi membayar iuran. “Pikiran mereka pendek, dan mereka hanya memikirkan diri sendiri. Bagaimana kalau seandainya sewaktu-waktu ada anaknya atau orang tuanya sakit? Sementara iurannya belum dibayar srhingga kartu tidak bisa digunakan. Yang rugi dan repot kan dia sendiri,” ungkap Nurlela.
Ia menambahkan, tidak peduli dengan beredarnya beberapa pemberitaan negatif tentang BPJS Kesehatan selama ini, karena yang pasti ia percaya bahwa sesungguhnya program JKN-KIS ini sangat bermanfaat.
“Saya selalu tepat waktu membayar iuran JKN-KIS karena mengingat pesan almarhum suami saya yang mengatakan bahwa BPJS Kesehatan sudah sangat banyak membantu kami, oleh karenanya segeralah membayar iuran dan jangan pernah terlambat,” tutup Nurlela seraya menerawang mengingat suaminya. (Jkn).




































