Matanurani, Jakarta – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, porsi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa sektor ini secara investasi semakin menarik.
Direktur Jenderal Energi, Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, total investasi EBT tahun ini hingga Oktober mencapai Rp 11,74 triliun, capaian investasi tersebut meningkat setiap tahun. Hal ini menandakan investasi pada sektor EBT menarik.
“Pada 2014, nilai investasi EBT sekitar Rp 8,63 triliun, lalu meningkat pada tahun 2015 menjadi Rp 13,96 triliun.,” kata Rida, di Jakarta, Jumat (3/11).
Rida melanjutkan, saat ini harga listrik dari RBT mampu bersaing dengan listrik dari energi fosil, hal ini akan berujung pada taif listrik yang dibebankan ke mayarakat bisa terjangkau.
“Selain itu, harga EBT makin kompetitif sehingga pada akhirnya tidak memberatkan masyarakat,” ujar Rida.
Kapasitas energi dari sektor EBT terus meningkat. Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) terpasang hingga Oktober 2017 telah mencapai 1.808,5 Mega Watt (MW). (Lip).





































