Home Nasional Incar Duit Nganggur dari Timur Tengah, Prabowo Ancang-ancang Bentuk Pusat Finansial Khusus

Incar Duit Nganggur dari Timur Tengah, Prabowo Ancang-ancang Bentuk Pusat Finansial Khusus

0
SHARE

 

Matanurani, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto ancang-ancang membangun Pusat Finansial Khusus atau Special Financial Center. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan Indonesia sebagai negara tujuan investasi dunia yang aman dan ‘cuan’ di tengah gejolak geopolitik global.

“Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat,” kata Prabowo dalam rapat kerja pemerintah bersama jajaran Kabinet Merah Putih (KMP) serta pejabat eselon I kementerian/lembaga dan BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (9/4).

Prabowo menjelaskan usulan tersebut telah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yang direncanakan berlokasi di Bali.

Ia menilai usulan tersebut semakin relevan dengan kondisi saat ini. Menurut dia, perlu upaya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa iklim investasi di Indonesia tetap menarik di tengah gejolak geopolitik global.

Prabowo juga menjelaskan banyak warga Rusia dan Ukraina yang berpindah dan menetap di Bali sejak kedua negara berkonflik pada 2022.

Kini, ia menilai inisiatif ini dapat menjaring investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, namun mengurungkan niat akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

“Nah, sekarang uang-uang di Timur Tengah mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Ya, Indonesia salah satu negara yang paling diminati,” ucapnya.

Prabowo menambahkan langkah ini mencerminkan pandangannya bahwa krisis global bukan hanya tantangan, tetapi juga menciptakan peluang baru.

Di balik gejolak di Timur Tengah, kata Prabowo, masih ada peluang bagi negara-negara untuk berkembang lebih pesat. Namun, diperlukan kejelian dan kecepatan dalam menangkap peluang tersebut. Artinya, gejolak global harus dijadikan momentum untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.

“Intinya adalah, kita sangat banyak potensi. Tapi ini juga, yang saya katakan, membuat kita sekarang harus lebih keras, bekerja lebih teliti,” tuturnya.

Prabowo menilai perang Iran membuka peluang masuknya investor Timur Tengah ke Indonesia. Beberapa waktu lalu, pemilik modal besar asal Dubai tertarik membangun bisnis di Indonesia, khususnya di Bali pada sektor properti dan industri.

Pada 2025, investasi dari Timur Tengah ke Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Hal itu ditandai dengan komitmen Arab Saudi sebesar US$27 miliar atau setara Rp437 triliun untuk sektor energi bersih, petrokimia, dan infrastruktur.

Fokus investasi meliputi proyek energi terbarukan, pertahanan, dan ketahanan pangan. Selain Arab Saudi, investor dari Uni Emirat Arab (UEA) juga mulai merelokasi modal ke Indonesia, khususnya Bali, didorong oleh ketegangan geopolitik dan potensi pembentukan pusat finansial khusus.

Jika peluang sudah di depan mata, pemerintah tinggal mempermudah perizinan dan memberikan kepastian hukum yang selama ini masih kerap dikeluhkan pelaku usaha. (Ini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here