Home Nasional Dari Jokograd hingga St Jokoburg, Usulan Nama untuk Ibu Kota Baru Indonesia

Dari Jokograd hingga St Jokoburg, Usulan Nama untuk Ibu Kota Baru Indonesia

0
SHARE

Matanurani, Jakarta  – Warganet Indonesia ramai-ramai memberikan usulan nama untuk ibu kota baru pengganti DKI Jakarta pada Selasa (27/8).

Ada beberapa saran yang dilontarkan warganet di jejaring sosial Twitter. ‘Saint Jokoburg’ hingga ‘Jokograd’ merupakan 2 dari 11 nama yang diajukan oleh pengguna Twitter @Enggalpm.

Pengajuan usulan nama dilontarkan usai Presiden Joko Widodo mengungkap lokasi ibu kota baru: Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, KalimantanTimur.

“Mudah-mudahan bisa dijadikan pertimbangan,” ujar pengguna akun @Enggalpm seperti dikutip dari laman situs Channel News Asia, Rabu (28/8).

Saran, mulai dari yang serius hingga kelakar, memang memenuhi media sosial usai Jokowi mengumumkan bakal memindahkan ibu kota pada 2024 karena Pulau Jawa sudah melebihi kapasitas penduduk.

Ibu kota baru bakal berada di dua wilayah di Kaltim: setengah di Penajam Paser dan setengah di Kutai Kartanegara. Menurut beberapa pihak, penggabungan nama dua wilayah itu bisa membuat lebih efisien.

‘Mandalanusa’, salah satunya. Nama ini jika diterjemahkan menjadi pusat dari kepulauan. Saran dari pengguna Twitter dengan akun @IdThalamus.

Nama ini mencerminkan fakta bahwa, ketimbang dari Jakarta, ibu kota baru lebih dekat ke pusat geografis Indonesia dengan 17 ribu pulau yang membentang di area seluas lebih dari 5.000 kilometer.

Kendati begitu, juru bicara dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mengatakan nama untuk ibu kota baru belum diputuskan.

Ada pula yang mengajukan usulan nama ‘Sri Mahendrakerta’, sebuah kombinasi kata sansekerta. Artinya: kota yang diberkati para dewa untuk membawa kebijaksaan, menjunjung keadilan dan menciptakan kesejahteraan.

Nama ini diusulkan oleh pengguna Twitter dengan akun @AnugrahArgaS6.

Di Facebook, di mana ada 130 juta pengguna Indonesia, sejumlah warganet mengajukan usulan nama ‘Kartanegara’.

Adapun Kutai Kartanegara di Kaltim merupakan bekas Kerajaan Hindu abad ke-4 di Indonesia yang kini menjadi negara dengan populasi muslim terbesar.

Bagian dari pembenaran untuk langkah ini juga untuk menjauh dari Jawa, di mana lebih dari setengah penduduk Indonesia tinggal dan yang telah lama mendominasi secara politik.

“Nama itu harus mencerminkan karakteristik Kalimantan Timur yang unik, karena pemerintah telah berupaya agar ibu kotanya tidak Jawa-sentris,” kata Kunto Adi Wibowo, Direktur Eksekutif Jajak Pendapat Kedai Kopi.

“Ibukota baru juga tidak boleh memuat nama Joko Widodo karena sejarah akan mengingatnya sebagai presiden yang memindahkan ibu kota. Itu sudah cukup untuk menjadi warisannya,” katanya seperti dikutip dari Reuters.

Jakarta sebelumnya bernama Batavia. Nama Batavia diberikan oleh penjajah Belanda. Kemudian, nama itu diganti menjadi Jakarta setelah kemerdekaan.

Dalam bahasa Sanskerta, Jakarta dapat diterjemahkan sebagai ‘Kemenangan yang dicapai’.(Sua).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here