Matanurani, Jakarta – Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus turut menyampaikan belasungkawa kepada korban gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah. Setelah menyampaikan doa Malaikat Tuhan bersama umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Minggu (30/9), Paus asal Argentina itu mengungkapkan perasaan dukanya untuk korban. “Saya berdoa untuk korban yang meninggal dunia, yang sayangnya berjumlah banyak,” katanya, seperti dikutip dari Vatican News.
Dia juga meminta para umat untuk mendoakan korban tewas dan bagi mereka yang kehilangan rumah dan mata pencaharian. “(Doa) untuk yang terluka, dan bagi mereka yang kehilangan rumah dan pekerjaan,” ujarnya. “Semoga Tuhan menghibur mereka dan mendukung upaya mereka yang ambil bagian dalam mengupayakan bantuan,” imbuh Paus Fransiskus.
Menyusul beberapa negara yang telah menyampaikan inisiatif bantuan sejak dua hari terakhir, pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, turut mendonasikan sejumlah dana untuk rekonstruksi bencana di Palu dan Donggala. Dalai Lama melalui suratnya yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengungkapkan duka yang mendalam terhadap para korban. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat Tibet akan selalu mendoakan keselamatan bagi penduduk Sulawesi Tengah, terutama yang terkena dampak bencana gempa-tsunami.
Disebutkan pula bahwa sang tokoh spiritual mendonasikan bantuan sebesar US$ 50.000 (setara Rp 745 juta dengan kurs Rp 14.897 per satu dollas AS). Bantuan dana tersebut disalurkan melalui lembaga amal miliknya, The Dalai Lama Trust.
Menutup surat pengumuman bantuan bagi korban gempat-tsunami di Palu dan Donggala, Dalai Lama mengingat kembali tentang bagaimana ia menjalin koneksi mendalam dengan Indonesia. Disebutkan bahwa pada 1982 silam, ia pernah diberi kesempatan untuk berdoa langsung di Candi Borobudur, dengan ketenangan yang ia akui belum pernah dirasakan sebelumnya. “Saya merasa ada ikatan kuat dengan masyarakat Indonesia dan budayanya,” tulis Dalai Lama di akhir surat.
Sementara itu komisi Eropa memutuskan memberi bantuan kemanusiaan sebesar 1,5 juta euro atau sekitar Rp 26 miliar untuk Indonesia. “Kami bertindak cepat untuk menyalurkan bantuan darurat untuk para korban bencana di Indonesia,” kata Komisioner Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis Uni Eropa, Christos Stylianides.
“Dana kami akan membantu mereka yang paling terdampak dan membantu memberikan pasokan makanan, tenda, air bersih dan sanitasi, serta obat-obatan.” tambah Stylianides. Dia melanjutkan, langkah yang diambil Uni Eropa ini merupakan bentuk nyata solidaritas terhadap warga Indonesia yang terkena bencana. “Doa kami bersama semua korban dan petugas kami bekerja 24 jam untuk menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Selain memberikan bantuan dana, Uni Eropa juga mengirimkan seorang pakar ke kawasan bencana untuk melakukan kordinasi upaya pemulihan yang dilakukan Uni Eropa. Uni Eropa juga sudah mengaktifkan sistem pemetaan satelit Copernicus untuk membantu pihak berwenang untuk terus memantau kawasan bencana. Uni Eropa juga menyiagakan Pusat Kordinasi Respon Darurat (ERCC) untuk terus memantau perkembangan dan siap menyalurkan bantuan jika dibutuhkan. (Lip).





































