Home News KPU Akan Gelar Debat Pilgub Sumut Pamungkas Besok

KPU Akan Gelar Debat Pilgub Sumut Pamungkas Besok

0
SHARE

Merdeka.com – KPU akan menggelar debat Pilgub Sumatera Utara pamungkas pada Selasa (19/6) besok. Debat ini dinilai akan sangat berpengaruh terhadap keyakinan pemilih dalam pencoblosan 27 Juni nanti.

Persaingan di Pilgub Sumut cukup ketat. Dari hasil sejumlah survei, pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah tak selalu unggul. Survei Indo Barometer terbaru, pasangan nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat justru yang unggul tipis.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun meyakini, berjalannya debat pamungkas nanti akan sangat berpengaruh terhadap pemilih.

“Pengaruh debat akan mempengaruhi sekitar 30 persen pemilih, apalagi selisih suara yang tipis akan sangat berpengaruh,” kata Rico, Senin (18/6).

Saat debat kedua Pilgub Sumut, 12 Mei lalu, Edy Rahmayadi dinilai bikin blunder telak. Sebab, dia tak tahu arti stunting saat ditanya oleh Djarot. Stunting adalah kondisi bayi tidak tumbuh dengan baik. Penyebabnya, karena bayi tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Rico mengakui, debat pamungkas besok amat krusial. Sehingga tiap kandidat harus benar-benar tak melakukan kesalahan sedikitpun. Sebab, hal itu bisa berakibat fatal.

“Tiap kandidat harus memastikan zero mistake atau nol kesalahan. Dalam pertarungan yang ketat akan berbahaya bila berbuat kesalahan di depan publik,” jelas Rico.

Rico juga menjelaskan, perbedaan elektabilitas antara Edy dan Djarot kian tipis. Oleh sebab itu, tiap kandidat harus benar-benar memanfaatkan sisa waktu kampanye sebaik-baiknya.

Menurut dia, salah satu alasan kenapa Djarot kian melesat karena dianulirnya JR Saragih sebagai kandidat cagub Sumut. Dia meyakini, pendukung JR Saragih lebih banyak beralih ke pasangan Djarot-Sihar.

“Semenjak JR Saragih dinyatakan tidak lolos dalam pilgub, ada pergeseran perilku pemilih. Pemilih non muslim yang tadinya terpecah memilih Djarot dan JR, sekarang bersatu untuk memilih Djarot,” tutup dia.

Dari hasil survei LSI Denny JA pada April 2018 lalu, pasangan Edy-Musa ungguli Djarot-Sihar. Edy-Musa mendapatkan elektabilitas 43,4 persen. Sementara pasangan nomor urut dua Djarot-Sihar hanya 33,3 persen.

LSI melibatkan 1000 responden dalam survei ini. Metode yang dipakai yakni multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen.

Sementara survei Indo Barometer pada awal Juni 2018 lalu menyebutkan, pasangan Djarot-Sihar unggul dengan 37,8 persen. Sementara Edy-Musa kalah sangat tipis dengan elektabilitas 36,9 persen.

Indo Barometer mengambil 800 responden yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Metode survei menggunakan multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang 3,46 persen.(Mer).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here