Home News Kadin Kembali Gelar High Tea Business Network Keempat

Kadin Kembali Gelar High Tea Business Network Keempat

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) menggelar acara High Tea Business Network ke empat.

Adapun gelaran High Tea Business Network pertama diselenggarakan pada 09 Agustus lalu, kedua pada 27 September 2017 dan ketiga 20 Oktober 2017.

Tujuannya kali ini untuk menjaring investor terutama untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi agro industri lokal terutama Industri pengolahan sabut kelapa dalam negeri.

“Acara ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk menarik perhatian investor lokal maupun mancanegara untuk datang ke Indonesia,” kata Ketua Umum Kadin Eddy Ganefo di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Selasa (12/12).

Eddy berharap, kegiatan tersebut bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk menarik para investor menanamkan modalnya, khususnya bagi industri kelapa.

Selain itu juga untuk mendukung Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia agar setara dengan perusahaan multinasional lainnya di Indonesia maupun mancanegara.

“Pengembangan dan peningkatan potensi agro industri lokal tentu akan mendatangkan devisa sangat besar serta banyak melibatkan SDM dan akan mengangkat harkat dan perekonomian di masing-masing daerah,” tandasnya.

Eddy menilai potensi devisa sabut kelapa nasional saat ini cukup besar dan diperkirakan mencapai Rp 13 triliun.

“Permintaan sabut kelapa dari berbagai importir beberapa negara sangat banyak dan belum dapat dipenuhi semuanya, karena kendala hasil produksi yang belum maksimal. Selain itu untuk beberapa wilayah di Indonesia, masih terkendala dengan sarana pelabuhan eksport yang belum mendukung, sehingga belum efisiensi di dalam penjualan,” kata Eddy.

Eddy juga berharap melalui acara ini bisa mewujudkan terciptanya satu juta pengusaha baru dan meningkatkan pengusaha lama lebih baik dan modern agar dapat bersaing terutama dengan pelaku usaha dari luar negeri.

Sementara itu, Ketua Pelaksana program Kadin Wiranusa, Tedy Aliudin yang juga Ketua Badan Pengembangan Usaha Kadin Indonesia, menyatakan optimis program Wiranusa yang digagas Kadin dapat terlaksana dengan baik. Di awal,  daerah Pangandaraan menjadi pilot proyek usaha sabut kelapa. Ke depan daerah-daerah berkembang lainnya seperti Bengkulu Selatan bisa menjadi pilot proyek usaha sabut kelapa.

“Pilot proyek usaha sabut kelapa di Pangandaran menjadi yang pertama, dan diharapkan segera menyusul beberapa Kampung Wiranusa lainnya yang telah dirintis,” ujarnya.

Pilot Projek usaha sabut kelapa di Pangandaran, kata Tedy merupakan ikon program kadin dalam menciptakan usaha, lapangan pekerjaan, produk eksport dan bahan baku yang sebelumnya merupakan limbah.

Seperti diketahui Indonesia merupakan penghasil kelapa terbesar di dunia, dimana  produksi butir kelapa yang dihasilkan mencapai 15 milyar butir kelapa setiap tahunnya. Namun, sabut kelapa masih menjadi bagian limbah yang belum termanfaatkan dan sebagian besar hanya dibakar begitu saja.

Dengan teknologi yang dimiliki, sabut kelapa bisa diproses menjadi cocofiber yang dapat dipergunakan terutama sebagai bahan baku jok mobil, dan cocofeat sebagai media tanam yang dapat menyuburkan lahan bekas tambang, serta sebagai bahan baku untuk pakan ternak.

Adapun gelaran High Tea Business Network Kadin ini dimoderatori oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pangan dan Agro Industri, Dr Benny Pasaribu  yang juga Ketua Pokja Pangan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), dan dihadiri para Wakil Ketua Umum Kadin lainnya,  diantaranya Wakil Ketua Umun Kadin bidang UMKM, Yockie Hutagalung, Wakil Ketua Umum bidang Agraria dan Tata Ruang, Wirawan, Wakil ketua Umum Bidang Ekonomi Mikro, Dr Anthony Budiawan, Ketua Kadin Sumatera Utara, Harry Lotung Siahaan,  Praktisi kelapa, Petrus Candra, Sekertaris Bapeda Bengkulu Selatan, Binagransah dan para stakeholder industri perkelapaan Indonesia. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here