Home News Industri Prioritas Menjadi Lokomotif Penggerak Ekonomi

Industri Prioritas Menjadi Lokomotif Penggerak Ekonomi

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pangan dan Agro Industri, Dr Benny Pasaribu mengatakan Industri Prioritas memiliki potensi besar untuk menjadi lokomotif dan motor penggerak untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan.

“Industri prioritas yang dimaksud adalah agro industri, ekonomi kreatif, pariwisata dan industri maritim. Apabila strategi kebijakan dan implementasinya benar maka Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dari negara lain, bahkan bisa menjadi negara industri terbesar ke 4 dunia.” kata Benny Pasaribu dalam pengantarnya pada gelaran High Tea Business Network ke empat yang di selenggarakan Kadin, di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selasa (12/12)

Kendati begitu, Benny yang juga Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) itu mengatakan masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan sektor industri.

Diantaranya masih rendahnya pendidikan dan keterampilan Sumber Daya Manusia di empat sektor tersebut. Kemudian, sistem pendidikan vokasi hingga di pedesaan harus terus dikembangkan dengan kerjasama pembiayaan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten atau kota.

Lemahnya daya saing produk Indonesia, kata Benny terutama karena adanya berbagai hambatan atau rintangan berusaha dan berinvestasi yang berbiaya tinggi. Ditambah lagi dengan kondisi infrastruktur dan ketersediaan energi di pedesaan yang juga masih terbatas.

Namun demikian, disampaikan Benny kebijakan pemerintah saat ini semakin mendukung pertumbuhan industri, perdagangan dan investasi. Berbagai peraturan dan perijinan telah dicabut terutama yang mengakibatkan prosedur yang sangat rumit dan berbiaya tinggi. Ease of doing business makin kondusif. Pembangunan infrastruktur juga makin digalakkan, termasuk jalan, jembatan, waduk/ embung, listrik, kawasan industri, pelabuhan laut dan bandara, yang menyebar dari Aceh hingga Papua.

“Dengan berbagai terobosan dan kemudahan kebijakan yang telah diambil oleh Presiden Jokowi maka peluang industrialisasi akan lebih cepat berkembang,” kata Benny.

Selain itu Benny berharap koperasi juga harus memiliki peran yang besar dalam perekonomian bangsa.

“Indonesia itu kaya raya, semua kita punya. Maka, semua itu harus mampu disiapkan oleh kekuatan kita sendiri. Yang pas untuk itu adalah koperasi, yang merupakan simbol nyata dari bentuk ekonomi kerakyatan berasas gotong royong dan kebersamaan,” kata Benny.

Oleh karena itu, Benny berharap pusat ekonomi bangsa jangan kemudian bebas tanpa kendali. Karena, ekonomi rakyat bisa mati karena kekuatan pemodal besar.

“Eksistensi koperasi dan UMKM harus terus dilindungi. Yakni dengan mengkoperasikan masyarakat dan mengkorporasikan koperasi,” tukas Benny.

Secara khusus dalam pengantarnya Benny berharap produksi industri pengolahan kelapa terus membaik ke depannya. Dengan membaiknya persediaan bahan baku untuk industri, maka turut membantu perekonomian Indonesia. Apalagi semua komponen kelapa dapat diolah oleh industri.

“Komoditi kelapa memiliki ragam manfaat. Sabut kelapanya bisa diurai dan diolah oleh industri. Tempurung kelapa diolah industri karbon yang diolah menjadi arang atau briket. Dagingnya untuk minyak kelapa, tepung, dan olahan lain, sementara airnya digunakan untuk produk minuman. Jadi semua komponen buah kelapa itu memiliki nilai tambah yang sangat tinggi, pungkas Benny.

Seperti diketahui gelaran High Tea Business Network keempat Kadin ini dihadiri Ketua Umum Kadin, Eddy Ganefo dan para Wakil Ketua Umum Kadin lainnya,  diantaranya Wakil Ketua Umun Kadin bidang UMKM, Yockie Hutagalung, Wakil Ketua Umum bidang Agraria dan Tata Ruang, Wirawan, Wakil ketua Umum Bidang Ekonomi Mikro, Dr Anthony Budiawan, Ketua Kadin Sumatera Utara, Harry Lotung Siahaan,  Praktisi kelapa, Petrus Candra, Sekertaris Bapeda Bengkulu Selatan, Binagransah dan para stakeholder industri perkelapaan Indonesia. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here