Matanurani, Organisasi NewsGuard yang berkantor pusat di New York City melaporkan adanya 1.271 situs berita dan informasi yang dihasilkan dari kecerdasan buatan atau AI.
NewsGuard merupakan sebuah organisasi yang melacak misinformasi atau hoaks di media sosial.
Situs berita dan informasi yang dibagikan tersebut beroperasi dengan sedikit manusia atau bahkan tanpa pengawasan manusia.
Laporan NewsGuard menyebutkan adanya kecerdasan buatan generatif dan generator gambar AI pada masa kini, seolah menjadi ladang konten sekaligus penyebaran hoaks, baik dari media berita maupun gambar AI.
Ribuan media dalam 16 bahasa
Dikutip dari laman resminya, hingga saat ini, tim NewsGuard telah mengidentifikasi 1.271 situs berita serta informasi yang dihasilkan oleh AI.
Situs berita tersebut diketahui ada dalam 16 bahasa, yakni Arab, Mandarin, Ceko, Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Indonesia, Italia, Korea, Portugis, Rusia, Spanyol, Tagalog, Thai, dan Turki.
Situs-situs tersebut dikatakan menggunakan nama-nama umum, seperti iBusiness Day, Ireland Top News, dan Daily Time Update.
Bagi para pembaca artikel, nama-nama situs tersebut akan terlihat meyakinkan. Hal ini semakin menyamarkan kenyataan bahwa situs-situs itu beroperasi dengan sedikit atau bahkan tanpa pengawasan manusia.
Mereka juga menerbitkan artikel yang sebagian besar atau seluruhnya ditulis oleh bot, alih-alih menyajikan jurnalisme yang dibuat dan disunting secara tradisional dengan pengawasan manusia.
Klaim palsu
Laporan dari NewsGuard menyebutkan, situs-situs AI tersebut telah menghasilkan puluhan hingga ratusan artikel dengan berbagai topik, termasuk politik, teknologi, hiburan, dan perjalanan.
Dulunya, terdapat klaim politik Perdana Menteri Israel yang ternyata adalah AI.
Klaim palsu lainnya meliputi hoaks kematian selebritas, peristiwa yang direkayasa, dan artikel yang menyajikan kejadian lama seolah-olah baru saja terjadi.
Diketahui, model pendapatan situs-situs tersebut adalah periklanan programatik, yakni industri teknologi iklan yang menayangkan iklan tanpa mempertimbangkan sifat atau kualitas situs.
Akibatnya, merek-merek besar secara tidak sengaja mendukung situs-situs tersebut.
Perusahaan media yang gunakan AI
Dikutip dari CNN, Jumat (31/5), beberapa situs berita lokal di Amerika Serikat mulai menggunakan AI untuk menulis artikel.
Hal itu ditandai dengan logo kecil “AI” pada nama penulis, seperti Sarah Kim, Jake Rodriguez, dan Mitch M Rosenthal.
Namun, eksperimen ini tidak selalu berjalan mulus. Beberapa artikel yang dibuat AI mengandung kesalahan fakta, seperti outlet teknologi CNET.
Gannett, pemilik jaringan surat kabar terbesar di AS, menarik kembali laporan olahraga sekolah karena menjadi bahan ejekan. Sementara, Sports Illustrated menghapus artikel dengan nama penulis palsu.
Hoodline, media lokal San Francisco yang berdiri sejak 2014, mulai memakai AI untuk menulis berita yang jarang diliput sebelumnya.
CEO Hoodline, Zachary Chen mengatakan, penggunaan AI dilakukan secara transparan dan bertujuan untuk menyediakan berita di daerah yang kurang liputan, serta menghasilkan pendapatan agar bisa mempekerjakan lebih banyak jurnalis manusia.
Saat ini, Hoodline memiliki puluhan editor dan peneliti jurnalistik, serta memperluas tim jurnalis lapangan yang menulis berita asli tentang restoran, toko, dan acara lokal.
AI digunakan untuk menambah volume konten, sementara jurnalis tetap fokus pada laporan asli dan mendalam. (Kps).





































