Home Ekonomi World Bank Pangkas Ekonomi RI, Menko Darmin: 5,4% Masih Oke

World Bank Pangkas Ekonomi RI, Menko Darmin: 5,4% Masih Oke

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Bank Dunia atau World Bank mengkoreksi prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 ke 5,2% dari sebelumnya 5,3%. Prediksi yang ditetapkan Bank Dunia ini, lebih rendah dari target pemerintah yaitu sebesar 5,4%.

Kendati demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, dirinya optimistis pertumbuhan ekonomi Tanah Air bisa mencapai 5,4%. Pasalnya banyak event nasional maupun internasional yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kalau lembaga internasional menurunkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia jadi 5,3%, saya kok masih melihat angka 5,4% itu masih ok,” ujarnya dalam acara open house di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu (16/6).

Dia menjelaskan, setidaknya dengan momen pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun ini akan menyumbang pertumbuhan ekonomi RI sebesar 0,1%.

“Saya selalu positif terhadap perkembang ekonomi, apalagi bahwa nanti Juni akan ada Pilkada dari 115 kabupaten dan 17 provinsi ini,” katanya.

Selain itu, ajang internasional Asian Games yang akan berlangsung pada Agustus-September pun akan turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, konsumsi juga akan dilakukan wisawatan mancanegara sehingga dapat meningkatkan belanja dan pendapatan nasional.

“Ada Asian Games yang juga akan bawa keramaian. Ini kan juga buat orang belanja, orang luar negeri juga. Ini akan perbaiki keadaan serta mempengaruhi pertumbuhan,”kata dia.

Sebelumnya, Country Director of Director of the World Bank Indonesia Rodrigo A Chaves mengatakan, perubahan prediksi pertumbuhan ekonomi tersebut dikarenakan ada beberapa peningkatan resiko yang harus diperhatikan. Seperti arus perdagangan yang menurun serta proyeksi pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Bank Dunia memprediksi jika konsumsi swasta dan investasi diperkirakan sedikit meningkat. Hal tersebut menyusul tingginya harga komoditas yang terus berlanjut.

“Konsumsi swasta diperkirakan akan sedikit meningkat, sementara pertumbuhan investasi diproyeksikan tetap tinggi, mengingat tingginya harga komoditas yang terus berlanjut,” ujarnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.

Namun sayangnya, pertumbuhan investasi masih dibayangi oleh tingginya nilai impor. Sedangkan ekspor masih akan terbebani dengan menurunnya perdagangan global.

“Mengingat sifat investasi yang sarat impor, ekspor bersih akan terus membebani pertumbuhan ekonomi oleh karena pertumbuhan ekspor melambat sejalan dengan menurunnya perdagangan global,” kata Rodrigo.

Rodrigo juga menyebut jika Indeks Harga Konsumen (IHK) masih rendah, diperkirakan hanya sebesar 3,5% saja. Sementara neraca transaksi berjalan diprediksi masih akan terjadi defisit sebesar minus 2% dan neraca anggaran pemerintah defisit sebesar minus 2,1%.(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here