Matanurani, Jakarta – Sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10). Mereka membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” untuk mengkritik kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang memasuki 2 tahun masa pemerintahan.
Aksi tersebut menarik perhatian warga dan pengendara yang melintas di kawasan Bundaran HI, tepatnya di Jalan MH Thamrin. Sejumlah aktivis terlihat berada di bagian atas monumen untuk membentangkan spanduk berisi tuntutan terkait penanganan krisis iklim dan penurunan biaya hidup masyarakat.
Aksi pemanjatan monumen itu dilakukan bertepatan dengan peringatan 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Melalui pesan yang disampaikan dalam spanduk, Greenpeace menyoroti persoalan lingkungan dan tekanan biaya hidup yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Mengetahui aksi tersebut, petugas gabungan TNI dan Polri mendatangi lokasi dan mengimbau para aktivis agar segera turun dari Monumen Selamat Datang.
Petugas mengingatkan bahwa aksi memanjat patung dan bertahan di bagian atas monumen berisiko membahayakan keselamatan peserta.
Sejumlah petugas bahkan menyeberangi kolam di sekitar Bundaran HI dengan berenang untuk menyampaikan imbauan secara langsung dari bagian bawah monumen.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima, para aktivis masih bertahan di atas monumen dan belum bersedia turun meskipun petugas terus memberikan imbauan.
Pesan dalam spanduk Greenpeace Indonesia menyoroti dua persoalan, yakni penanganan krisis iklim dan penurunan biaya hidup.
Kedua isu tersebut menjadi bagian dari kritik terhadap arah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran menjelang genap 2 tahun masa kepemimpinan mereka.
Meski demikian, belum tersedia keterangan lebih lanjut mengenai tanggapan resmi pemerintah terhadap tuntutan tersebut maupun perkembangan penanganan aksi di lokasi.
Situasi di sekitar Bundaran HI juga perlu terus dipantau untuk mengetahui kemungkinan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di kawasan tersebut. (Bes).


































