Matanurani, Jakarta – Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo mengatakan Kadin Indonesia akan terus mengambil langkah dengan melakukan pembinaan secara menyeluruh dan terintegrasi dalam menunjang ekspor UMKM agar berhasil dan berdaya guna dalam bersaing.

Hal itu disampaikan Eddy saat gelaran Dialog Nasional dan Deklarasi Kebangkitan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Ballroom Balai Kartini, Jakarta, Selasa (18/09).
Menurut Eddy, gelaran ini akan memberi kesempatan serta peluang yang baik bagi pelaku UMKM di Indonesia agar dapat mengikuti jejak sukses ekspor bersama Komite Australia, Dubai, New Zealand serta Jepang dan USA.

”Pembinaan itu dimulai dari pemberdayaan SDM, pemberian Knowledge, sumber bahan baku atau material serta masalah regulasi dan pengetahuan market diluar negeri yang harus dibekali sejak awal hingga mereka berhasil dalam ekspor,” kata Eddy.
Sementara dalam rangka memenuhi era industri 4.0, Eddy mengatakan, Kadin Indonesia menyiapkan aplikasi yang bisa diakses oleh setiap pelaku UMKM, yaitu aplikasi kadinexport.com. Dalam aplikasi tersebut sudah ada agen marketing yang akan membantu dalam mengetahui produk apa yang dibutuhkan pelaku UMKM dan produk-produk yang akan segera dipasarkan keluar.
“Aplikasi kadinexport.com nantinya mempunyai target agar pelaku UMKM dapat memperoleh kecepatan info serta proses ekspor keluar,” imbuh Eddy.
Selain itu, Eddy Ganefo juga tidak memungkiri bahwa terdapat hambatan bagi para pelaku UMKM dalam mendapatkan sertifikat SNI. Namun, menurutnya itu hanya dalam implementasi kebijakan pusat di daerah-daerah saja. Karenanya kelengkapan atribut dan sertifikat yang berstandar SNI harus dimiliki setiap para pelaku UMKM
“Kadin akan terus bekerjasama dengan badan pengawas pungli untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut,” pungkas Eddy.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin bidang agroindustri, Benny Pasaribu, mengapresiasi program Kadin untuk mendorong pelaku UMKM agar berdaya saing dalam ekspor.
“Program ini tentu dilaksanakan untuk membantu semua pelaku UKM di Indonesia dalam mengatasi persoalan akses pasar. Dengan aplikasi secara online, proses jual beli produk akan lebih mudah dan berjangkauan luas,” pungkas Benny. (Smn).





































