Home News Dorong Ekonomi, Pemerintah Pilih Jaga Kredibilitas APBN & Reformasi Struktural

Dorong Ekonomi, Pemerintah Pilih Jaga Kredibilitas APBN & Reformasi Struktural

0
SHARE

Matanurani, Jakarta –  Pemerintah diminta berbuat sesuatu melalui kebijakan fiskal untuk mendorong perekonomian, utamanya memperlebar defisit anggaran dalam APBN 2018 menjadi 2,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sebab, pelonggaran Loan to Value Ratio(LTV) untuk sektor properti yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dinilai sulit mengompensasi kenaikan bunga acuan (BI7DRRR) sebesar 50 basis points (bps) di Juni.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah mendukung kenaikan bunga acuan sebagai upaya BI melakukan stabilisasi, khususnya nilai tukar rupiah. Pemerintah lanjut dia, akan terus memperhatikan dampak kebijakan moneter tersebut terhadap sektor riil.

“Seberapa cepat transmisi ke kenaikan suku bunga domestik dan imbas ke pertumbuhan investasi juga menjadi fokus perhatian. Sejauh ini, bank-bank besar sepertinya masih juga mengamati situasi yang terjadi,” kata Suahasil, Minggu (1/7).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia lanjut Suahasil, masih memiliki momentum yang cukup bagus dalam jangka menengah dan panjang. Lembaga rating, institusi global, maupun investor Indonesia masih sangat yakin dengan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam jangka pendek kata Suahasil, pemerintah akan menjaga pelaksanaan APBN agar tepat waktu, efisien, dan efektif. Sebab hal itu juga mempengaruhi kepercayaan pasar dalam jangka pendek dan memberi kontribusi kepada minat investasi, ekspor, dan pertumbuhan.

“Stabilisasi jangka pendek dilaksanakan dengan kebijakan moneter dan implementasi kebijakan fiskal yang kredibe,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong reformasi di sektor riil. Misalnya, melalui fasilitas layanan perizinan secara online atau Online single submission. Hal itu diyakini pihaknya, juga akan mendorong investasi juga.

Suahasil melanjutkan, reformasi di sektor riil telah dimulai, termasuk pembangunan infrastruktur, perizinan, ketenagakerjaan, dan lain-lain. Hal ini akan diyakini pemerintah bisa meningkatkan kepercayaan pengusaha. Pada akhirnya, akan mendorong investasi di dalam negeri.

“Pertumbuhan ekonomi akan kita dapatkan dengan pembangunan sektor riil dengan mendorong konsumsi, investasi dan ekspor,” kata Suahasil.(Ktn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here