Matanurani, Jakarta – Pemerintah terus menggenjot peran dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pendukung perekonomian masyarakat desa. Saat ini dari 74.957 desa di Indonesia, terdapat 32.249 BUMDes yang aktif beroperasi.
Hal tersebut diungkapkan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Taufik Madjid, saat berdialog dengan para kepala desa dan pendamping desa di aula Kantor Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
“BUMDes yang sudah berjalan diberi bantuan Rp 50 juta untuk tambahan modal usaha,” ujarnya.
Kedatangan Taufik Madjid bersama rombongan di Desa Maniskidul adalah rangkaian dari kegiatan Jelajah Desa Ramadan (Jeder) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Dalam dialog dengan para kepala desa tersebut ia mengatakan, BUMDes merupakan salah satu dari empat program prioritas Kementerian selain Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Embung air desa, dan sarana olahraga desa.
Sejak tahun 2015 hingga 2018 lanjutnya, telah disalurkan dana desa sebesar Rp187 triliun. Ia mengingatkan kepala desa agar berhati-hati menggunakan dana desa. Meski demikian ia menjamin kepala desa agar tidak takut dikriminalisasi jika tidak melakukan tindakan korupsi.
“Dan ingat, 30 persen dari total (dana) pembangunan, bukan biaya pagu, untuk pembayaran upah pekerja. Jadi dana desa tidak boleh pakai kontraktor,” terangnya. (Ind).





































