Matanurani, Jakarta – Partai Hanura bersama rakyat akan senantiasa berjuang untuk membangun daerah dalam kerangka membangun peradaban bangsa. Sehingga partai Hanura dituntut untuk mampu berdiri tegak tanpa pragmatisme dan politik transaksional.
“Seluruh pengurus dan kader Partai Hanura perlu mengumandangkan kepada seluruh warga dan lapisan masyarakat untuk senantiasa berjuang membangun peradaban karena kepentingan bangsa dan negara diatas segala-galanya,” kata Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Benny Pasaribu kepada matanurani, di Jakarta, Sabtu (19/5)
Untuk itu kata Benny, doktrin atau arah perjuangan Partai Hanura telah dijabarkan ke dalam Sapta Krida (7) tujuh bidang kehidupan berbangsa dan bernegara yang perlu dilihat secara komprehensif dan integratif dalam tema membangun daerah untuk Indonesia beradab.
Adapun Sapta Krida Partai Hanura tersebut lanjut Benny, pertama adalah pada bidang politik beradab, santun, jujur, bersih dari politik transaksional.
Kedua ekonomi beradab, bersaing sehat dan adil, berpihak pada ekonomi kerakyatan berbasis produk unggulan daerah dan kearifan lokal, UMKM dan Koperasi, bebas dari kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial. APBN fokus pada pemenuhan kebutuhan rakyat banyak (pendidikan moral dan vokasi, kesehatan, ketersediaan pangan dan air bersih, infrastruktur (energi, air bersih, Internet, transportasi), pemberdayaan UMKM dan Koperasi, keamanan dan ketertiban umum, kerjasama kemitraan antara BUMN, Koperasi, dan Swasta yang saling memperkuat.
Ketiga adalah Sosial Budaya yang Beradab: kebersamaan, gotong royong, toleransi antar SARA, saling menghargai, pemetaan keunggulan daerah berbasis keunikan seni budaya dan produk lokal.
Keempat, Sumber Daya Manusia yang Beradab; Manusia unggul yang berkarakter dan berakhlak mulia, bertanggung jawab, santun, sederhana, produktif, disiplin, bersih dari KKN, toleran dan saling menghargai terhadap perbedaan SARA, mengutamakan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi. Pendidikan diarahkan terutama untuk membentuk manusia unggul dan profesional.
Kelima, Otonomi Daerah yang Beradab. Pemimpin daerah yang melayani dan pro rakyat, mempermudah perizinan, melindungi dan memelihara keunikan dan keunggulan daerah, tata kelola dana APBD dan dana desa secara tepat guna dan bebas dari KKN.
Keenam, Hukum dan Keamanan yang Beradab; keadilan dan kepastian hukum, ketertiban umum, kenyamanan tinggal dan berusaha, bebas dari radikalisme, intoleransi, premanisme, ujaran kebencian, penyalahgunaan narkoba, dan kejahatan ekonomi lainnya.
Ketujuh adalah Kerjasama Internasional yang Beradab; saling menghargai dan menghormati kedaulatan negara, mengutamakan kepentingan bangsa sendiri, pasar global yang adil dan sehat, menggalakkan ekspor, diplomasi daripada perang dan sebagainya.
“Ketujuh (Sapta) Doktrin atau arah perjuangan itu akan disosialisasikan keseluruh jajaran pengurus dan kader dan caleg yang akan bertarung pada Pemilu 2019. Dengan demikian seluruh warga bangsa memahami bahwa Partai Hanura telah bertransformasi menjadi rumah besar peradaban,” pungkas Benny. (Smn).





































