Home News Inklusi Keuangan Indonesia Disebut Meroket Gara-gara Digitalisasi

Inklusi Keuangan Indonesia Disebut Meroket Gara-gara Digitalisasi

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Global Findex, financial inclusion index baru saja merilis data terbaru berdasarkan surveinya di kawasan Asia Timur dan Pacifik.

Dalam data yang dirilis oleh Bank Dunia itu menemukan bahwa Indonesia merupakan negara dengan kemajuan tercepat, di kawasan Asia Timur dan Pasifik, dalam membawa masyarakatnya ke dalam sistem keuangan formal di tiga tahun belakangan ini.

48,9 persen orang dewasa Indonesia saat ini telah memiliki rekening bank. Pencapaian ini juga diklaim untuk menandai perkembangan yang signifikan dari 36 persen kepemilikan rekening bank di tahun 2014 dan 20 persen di tahun 2011.

Antara tahun 2014 dan 2017, Indonesia juga merupakan negara dengan pertambahan jumlah kepemilikan rekening bank terbesar dibanding negara berkembang lain di wilayah Asia Timur dan Pasifik.

“Kesuksesan ini utamanya dikarenakan transisi kita ke pembayaran digital dan kita berharap lebih banyak negara memanfaatkan digitalisasi untuk membantu masyarakatnya memerangi kemiskinan, mengurangi ketidaksetaraan sosial, dan membantu pemerintah lebih efisien,” ujar Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif, Iskandar Simorangkir diJakarta, Jumat (27/4).

Meski begitu, berdasarkan catatannya terdapat sebanyal 60 juta masyarakat Indonesia yang tidak memiliki rekening bank namun menggunakan telpon selular saat ini. Penggunaan telepon seluler itu berarti ada kesempatan besar untuk penetrasi pembayaran dan transaksi mobile secara luas di Indonesia.

Di Indonesia, 33 persen masyarakat tanpa rekening bank menyatakan jarak sebagai alasan utama tidak memiliki rekening, dan 69 persen dari segmen masyarakat ini memiliki telpon selular mereka sendiri. Diantara para pemilik rekening tabungan di tingkat populasi lokal, 71 persen melakukan atau menerima pembayaran secara digital, naik dari 62 persen di tahun 2014.

Jutaan orang dewasa Indonesia tanpa rekening bank bekerja di sektor swasta dan menerima penghasilan dalam bentuk tunai. Hampir sekitar 20 juta pegawai swasta yang tidak memiliki rekening bank di negeri ini memiliki telpon selular.

Diperkirakan, mendigitalisasi pembayaran gaji di sektor swasta dapat mengurangi jumlah orang dewasa tanpa rekening bank di Indonesia hingga 29 persen.

“Inklusi masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening bank menjadi prioritas utama negara kita dalam beberapa tahun terakhir, dan kita semakin bertekad dengan adanya pengakuan internasional atas kemajuan yang kita buat, meningkatkan inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia,” terangnya. (Mer).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here