Matanurani, Medan -Provinsi Sumut menjadi tuan rumah Paskah Nasional ke-14 tahun 2018. Paskah tersebut akan digelar tanggal 25-28 April 2018 di kawasan Danau Toba, dan akan dihadiri puluhan ribu jemaat dan masyarakat sekitar kawasan Danau Toba, termasuk dari luar kawasan Danau Toba.
Selain acara Paskah Nasional, juga akan digelar Kirab Obor Paskah “Perdamaian dan Kerukunan” dari Danau Tondano (Sulut) ke Danau Toba (Sumut). Parjalanan obor akan dimulai tanggal 19 Maret dari Danau Tondano (Sulut) dengan melalui 26 kota di Indonesia hingga sampai Provinsi Sumut dengan menyinggahi kota Medan, Pematangsiantar, Raya, Parapat, Pangururan, Sigulati dan Balige pada 28 April 2018.
Pelepasan obor Paskah akan dimulai di tepi Danau Tondano pada 19 Maret 2018. Lalu pada puncak acara perayaan Paskah 25-28 April 2018 di Samosir dan Toba Samosir. Acara ini direncanakan dihadiri Presiden Jokowi dan sejumlah menteri.
Demikian disampaikan Ketua Harian Paskah Nasional ke-14 Bonar Sirait kepada Wagubsu Dr Hj Nurhazijah Marpaung saat audensi di ruangan Wagubsu, lantai 9 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Senin (12/3).
Sementara Ketua Panitia Paskah dari Jakarta, Imanuel Sinaga mengatakan, melalui acara ini diharapkan percepatan kawasan Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata nasional bisa tercapai.
“Tentunya melalu acara ini juga masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba dapat mendukung semua program pemerintah di kawasan Danau Toba, mulai dari percepatan destinasi wisata nasional dan Geopark Kaldera Toba (GKT) masuk dalam Unesco Global Geopark (UGG).
Mudah-mudahan masyarakat melalui acara ini dapat menyatukan tekat bersama pemerintah terhadap semua yang diprogramkan tadi. Apalagi dalam Paskah ini Presiden Jokowi direncanakan hadir,” katanya.
Usai mendegarkan paparan dari para panitia, Wagubsu mengajak masyarakat Sumut menyukseskan acara Paskah Nasional ini. “Apalagi bapak Presiden Jokowi akan hadir dalam acara itu,” ujarnya.’
Wagubsu mengingatkan panitia harus betul-betul siap dan solid bekerja karena waktu tinggal sebulan lagi. “Kita harus mempersiapkan semuanya, mulai dari kehadiran jemaat dan massa lainnya, jadwalnya, angkutan umumnya, seperti bus dan kapal di kawasan Danau Toba, penginapannya atau hotelnya, makanannya hingga cuacanya. Karena acara ini bukan acara biasa. Kalau salah satu dari seksi acara ini saja tidak bagus nanti, masyarakat pasti akan kecewa,” imbaunya.
Khusus massa, lanjut dia, perwakilan dari setiap daerah harus diundang dan dipastikan berapa yang hadir agar dapat mempersiapkan kebutuhan untuk itu. “Saya juga siap menyurati kabupaten/kota supaya mereka dapat mengirimkan perwakilannya masing-masing. Tapi khusus masyarakat Samosir dan Tobasa dapatlah hadir semua, karena acaranya berlangsung di Samosir dan Tobasa,” katanya.
Dia juga mengimbau, agar massa jangan terlambat hadir. “Jadi tidak etis duluan Pak Presiden hadir lalu kemudian undangannya atau panitianya terlambat.
Dengan suksesnya acara nanti diharapkan semua program pemerintah tentang pembangunan kawasan Danau Toba dapat cepat berjalan dan selesai. Makanya panitia harus bekerja keras untuk persiapan acara ini, termasuk seminarnya harus betul-betul ada kaitannya dengan pembahasan percepatan pembangunan kawasan Danau Toba,” imbaunya.
Dia juga mengingatkan para panitia agar mengundang secara tertulis para pimpinan lintas gereja di Sumut mensukseskan acara Paskah ini. Dengan undangan tersebut para pimpinan gereja menjadi turut terlibat secara langsung untuk mensukseskan Paskah Nasional tersebut.(Sib).





































