Home Opini Dr Benny Pasaribu: Ayo BANGKIT, Indonesia Diprediksi Negara Industri Terbesar ke...

Dr Benny Pasaribu: Ayo BANGKIT, Indonesia Diprediksi Negara Industri Terbesar ke 4 Dunia Tahun 2045

0
SHARE

Di hadapan kita makin terasa pengaruh globalisasi. Kemajuan tekhnologi transportasi, komunikasi, dan informasi semuanya serba super cepat. Pagi di Jakarta, siang di Hongkong, sore di Jepang, malam di Paris, paginya di New York, dan seterusnya.

Kita sudah makin terbiasa bicara dengan video call dengan melihat langsung teman bicara kita lewat layar handphone. Kalau mau beli sesuatu tidak perlu keluar rumah, cukup buka bisnis online, pilih barang, bayar, dan tunggu diantar ke rumah dalam tempo tidak terlalu lama. Semuanya dikerjakan dengan cepat melalui handphone kita.

Industri kita bisa berkembang dengan memakai mesin dari Jerman yang dibuat di China, bahan penolong dari Jepang, dan bahan baku 100% dari dalam negeri.

Itulah ciri nasionalisme dalam kerangka globalisasi saat ini. Kita harus membangun industri di wilayah Indonesia dengan semaksimal mungkin menggunakan potensi sumberdaya yang kita miliki.

Hasil produksi industrinya selanjutnya bisa dipasarkan sesuai kebutuhan di dalam dan bahkan ekspor.

Industri juga telah menghadapi berbagai perubahan yang super cepat. Saat ini telah memasuki tahap revolusi industri 4.0. Industri makin tergantung pada kemajuan teknologi digital dan wifi broadband yang semuanya super cepat.

Intinya teknologi super cepat. Manusia terpaksa merubah mindset dan perilaku. Selama ini kita masih bisa mencapai tujuan dengan tradisi misalnya “biar lambat asal selamat”. Sekarang semuanya berubah, siapa cepat dia dapat. Kecepatan waktu menjadi prasyarat untuk berhasil.

Dengan revolusi industri 4.0, kecepatan saja tidak cukup. Ketepatan atau presisi juga diperlukan. Intinya cepat dan tepat. Semua proses produksi, delivery, dan penyimpanan harus dilakukan dalam waktu yang cepat dan tepat.

Sebagai contoh tukang paku, dulu sudah hebat kalau bisa memukul paku dengan tepat misalnya 100 butir per jam. Sekarang sudah harus 500 butir paku per jam.
Contoh lain, umur padi yang biasanya antara 100-120 hari sudah mulai diganti dengan umur 70 hari, atau 3 kali panen setahun dengan produksi per musim tanam bisa mencapai 7-8 ton per ha (HKTI yang dipimpin Jenderal (purn) Muldoko sedang aktif sosialisasikan bibitnya kepada petani).

Sekali lagi kata kuncinya adalah kecepatan dan ketepatan.

Bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari perubahan yang terjadi di dunia. Bangsa-bangsa sudah saling tergantung. Kita tidak banyak pilihan. Imbas globalisasi dan kemajuan teknologi super cepat harus diantisipasi dengan cepat dan tepat.

Memang akhir-akhir ini kita masih menyaksikan banyaknya warga bangsa ini yang sibuk dan membuang waktunya untuk mempersoalkan berbagai penyakit lama yang hampir tidak bisa disembuhkan, seperti intoleransi antarSARA, Sektarian versus Nasionalisme, monopoli kebenaran oleh sekelompok tertentu, dan sebagainya. Penyakit ini telah ada di jaman jahiliah dan masih akan ada hingga dunia ini kiamat.

Sebagian warga memang masih sibuk membahas dan mempersoalkan dasar negara Pancasila dan Pilar-pilar kebangsaan lainnya. Sementara kelompok lain merasa sudah final dan tidak perlu dibahas lagi menyangkut dasar negara dan pilar-pilar kebangsaan.

Pada saat memperingati hari KEBANGKITAN NASIONAL, kita diingatkan kembali sebagai warga, sesama anak bangsa Indonesia tercinta agar kembali pada persatuan tanpa mempersoalkan SARA. Kebangkitan tidak akan bermakna jika tidak diikuti dengan Persatuan nasional.

Dengan persatuan nasional sejatinya kita mampu bangkit kembali dengan semangat baru. Kita masih harus belajar banyak tentang kerja cepat dan tepat. Hanya dengan persatuan yang diikuti dengan kerja cepat dan tepat kita bisa mencapai tujuan bersama, yaitu masyarakat sejahtera, adil dan makmur.

Kita harus yakin bahwa Indonesia sangat mampu menjadi negara industri terbesar ke 4 dunia pada tahun 2045, setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Dunia berubah dengan cepat. Kita butuh kerja cepat dan tepat memasuki era industrialisasi generasi 4.0. Ke depan metode produksi sangat berubah, sarat dengan proses produksi mengaplikasikan teknologi otomasi dan digitalisasi yang mampu mengintegrasikan mulai dari kebutuhan konsumen hingga proses manufaktur, sistem kontrol dan delivery dengan kecepatan dan ketepatan yang sangat tinggi. Suatu kemajuan teknologi yang mengutamakan efisiensi dan fleksibilitas dalam proses produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen (customized) dengan harga sangat kompetitif.

Itulah sebabnya Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) telah melakukan kajian dan segera akan mengajukan kepada Presiden sebuah dokumen penting mengenai Strategi Industrialisasi 2045.

Substansi pokoknya adalah bahwa Indonesia harus berani memilih 4 sektor industri sebagai prioritas yang akan mampu menjadi lokomotif dan motor penggerak ekonomi bangsa yang perlu diikuti dengan kebijakan industri yang out of the box.

Semua ini merupakan ikhtiar kita bersama yang ingin melihat indonesia menjadi Negara Industri Terbesar ke 4 Dunia. Semoga!

Ayolah.. kita Bangkit! Mari merajut persatuan dan bangkit bersama demi negeri tercinta.
Semuanya tergantung KITA. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan KITA, siapa lagi?
Ayo BANGKIT….. 5 x

(Penulis adalah anggota KEIN dan mantan Ketua KPPU RI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here