Home News Sambil Nangis, Putri Candrawathi Kekeh Merasa Jadi Korban Pelecehan

Sambil Nangis, Putri Candrawathi Kekeh Merasa Jadi Korban Pelecehan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Putri Candrawathi kekeh mempertahankan posisinya sebagai korban pelecehan oleh almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/12).

Dalam hal ini, Putri menyoroti keterangan Kriminolog, Muhammad Mustofa, yang meragukan adanya pelecehan seksual dalam rangkaian peristiwa penembakan Brigadir J.

“Saya juga menyayangkan kepada bapak selaku ahli kriminologi hanya membaca BAP dari satu sumber saja, karena saya berharap bapak bisa memahami perasaan saya sebagai seorang perempuan korban kekerasan seksual dengan ancaman dan penganiyaan,” ucap Putri Candrawathi sambil terisak tangis.

Dalam sidang yang berlangsung 4 jam tersebut, Putri Candrawathi juga mengaku tidak pernah mengetahui kedatangan sang suami Ferdy Sambo ke Duren Tiga dan tidak mengetahui peristiwa yang menimpa Brigadir J.

“Saya tidak pernah mengetahui suami saya, bapak Ferdy Sambo akan ke Duren Tiga dan juga tidak mengetahui peristiwa penembakan tersebut karena saya sedang berada di kamar tertutup dan sedang beristirahat,” ucapnya.

Dalam kasus ini, Putri Candrawathi berdalih menerima pelecehan seksual dari Yosua. Kemudian ini memicu Ferdy Sambo untuk melakukan pembunuhan berencana dengan memerintahkan Richard Eliezer atau Bharada E menembak Yosua.

Sebelumnya, ahli kriminologi Muhammad Mustofa meragukan adanya pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi karena bukti yang tidak cukup.

“Yang jelas adanya kemarahan yang dialami oleh pelaku yang berhubungan di Magelang. Tapi, tidak jelas,” ujar Mustofa.

“Tidak jelas. Artinya tidak ada alat bukti ke arah situ? Artinya tidak bisa jadi motif?” tanya jaksa.

“Tidak bisa,” ucap Mustofa.(Bes).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here