Matanurani, Jakarta – Setelah dua kali mangkir atas pemanggilan polisi terkait dugaan kasus percakapan berkonten pornografi, pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akan dijemput paksa oleh Polda Metro Jaya.
“Dia kan di luar negeri, berarti nanti kami tinggal melakukan penjemputan secara paksa kepada yang bersangkutan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (12/5).
Sebelumnya pria yang mengaku keturunan nabi tersebut mangkir dari pemeriksaan polisi pada 25 April lalu. Kemudian panggilan kedua dilayangkan pada Senin (8/5) untuk diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Rabu (10/5), namun Rizieq mangkir juga.“Makanya kalau nanti sampai di Indonesia akan kami bawa paksa,” kata Argo.
Pernyataan tersebut dikeluarkan pihak kepolisian karena hingga Jumat (12/5) sore memang belum ada perkembangan kabar terbaru berkenaan dengan Rizieq. Terakhir pria kelahiran Jakarta pada 24 Agustus 1965 ini dikabarkan berangkat umroh ke Tanah Suci Mekkah bersama keluarganya.
Sempat terbetik kabar, setelah menunaikan ibadah umrah di Mekkah, Rizieq disebutkan akan tiba di Indonesia pada Rabu (10/5). “Mudah-mudahan tidak ada halangan, hari ini sampai di Tanah Air,” kata Slamet Maarif, Juru Bicara FPI kepada wartawan yang mengaku mendapat kabar kepulangannya dari Rizieq.
Namun, setelah ditunggu-tunggu wartawan dan pihak kepolisian, tidak ada kabar bahwa Rizieq tiba di Indonesia. Besoknya, Kamis (11/5), giliran Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri ID Sambo alias Ustaz Sambo yang angkat bicara. Dia bilang, Rizieq berencana menghabiskan waktu yang cukup lama di Mekkah.
Sebelumnya Ustaz Sambo menyebutkan, Rizieq belum mau pulang ke Indonesia lantaran mengalami kriminilisasi dan teror. “Kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh Muslim telah dilakukan oleh rezim penguasa dengan segala struktur kekuasannya. Kami mendesak dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar kasus ini tidak gembos,” kata Ustadz Sambo pada Senin (8/5) saat menyampaikan laporan dugaan kriminilisasi terhadap ulama kepada Komnas HAM yang dihadiri sejumlah tokoh dan mantan Ketua MPR Amies Rais.
Namun pada hari yang sama, ketika Ustadz Sambo pada Kamis (11/5) itu mengatakan Rizieq akan menghabiskan waktu cukup lama di Mekkah, Rizieq justru dikabarkan bukan lagi di Mekkah, melainkan di Negeri Jiran, tepatnya di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) sebagai kandidat doktor pada Dakwah dan Manajemen Islam.
“Saat ini dia berada di Malaysia selama beberapa hari untuk menemui dua orang promotor untuk konsultasi disertasi. Saat ini dia masuk semester sembilan,” kata Associate Professor Dr Kamaluddin Nurdin Marjuni di Kuala Lumpur seperti dikutip Antara, Kamis (11/5).
Ketidak hadiran Rizieq di Indonesia pun mengundang berbagai spekulasi. Ada yang bilang Rizieq takut menghadapi jeratan hukum yang akan dihadapinya. Pasalnya, sejak Selasa (2/5), pihak Polda Jawa Barat (Jabar) mengklaim telah melimpahkan berkas perkara tersangka Habib Rizieq Syihab berkaitan dengan kasus penodaan Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden Soekarno ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. (Tag)





































