Matanurani, Jakarta – Pemilih muda atau milenial menjadi salah satu patokan untuk merebut perolehan suara di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Pengamat politik Hanta Yudha menilai, kedua pasangan calon (Paslon) presiden dan calon wakil presiden punya suguhan yang berbeda untuk kaum milenial.
Hanta menyebut, keputusan Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai pendampingnya juga sebagai upaya menyasar pemilih milenial. Menurutnya, sosok Sandi kuat dengan kesan milenialnya.
Namun kata Hanta secara elektabilitas, Sandi masih belum bisa diprediksi sebab harus diukur dengan survei lebih akurat. “Dari kelebihan, memang Sandiaga Uno sosok yang muda,” kata Hanta, Minggu (19/8).
“Dia (Sandi) menguasai bidang ekonomi karena entrepreneur dan sebagainya, kemampuan logistik dan sebagainya. Dia bisa menyasar komunikasi dengan kaum milenial anak muda,” tambahnya.
Sementara dari pihak calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi), kesan milenial dinilai sudah sudah melekat. Juga tambahan kekuatan dari pendampingnya KH Ma’ruf Amin yang memiliki nilai lebih.
“Beliau (Jokowi) sendiri yang memang selama ini gayanya cukup milenial. Tapi dari sisi ini, Ma’ruf Amin melengkapi dari sisi spektrum ideologi berbasis massanya,” jelasnya.(Sin).




































