Home Nasional Izin Cepat, RI Segera Punya Pabrik Protein Pakan Ternak Raksasa

Izin Cepat, RI Segera Punya Pabrik Protein Pakan Ternak Raksasa

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pemerintah menargetkan lahan seluas 2.000 hektare (ha) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Sumatera Utara dapat digunakan investor tahun depan. Salah satunya adalah PT Alternatif Protein Indonesia (API) yang akan segera merealisasikan investasi di kawasan tersebut senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 6,5 triliun.

Dewan Nasional KEK sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution meminta kepada Direktur Utama PTPN III untuk menempatkan orang-orang yang berkompeten dalam pemasaran di Badan Usaha dan pengelola KEK Sei Mangkei.

“Tolong Badan Usaha dan Pengelola KEK Sei Mangkei diisi orang-orang berkompeten dalam pemasaran, terutama orang yang berani menjalin kerja sama dengan pihak dan instansi di luar negeri,” tegas Darmin dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (27/11).

“Tahun depan sudah harus full speed. Target kita 2.000 ha lahan di KEK Sei Mangkei digunakan investor, bukan hanya 200 ha,” dia menambahkan.

Darmin menjelaskan, pemerintah sudah menyiapkan perizinan cepat yang bisa bersaing dengan negara manapun. Nantinya investor yang akan berinvestasi di KEK hanya perlu melengkapi delapan perizinan yang tersedia di Kantor Administrator KEK.

“Setelah itu, investor tinggal tanda tangan komitmen bahwa perizinan lainnya akan segera diurus dan dilengkapi. Investor sudah bisa langsung membangun di lahan KEK,” jelas Darmin.

Sebut saja PT Alternatif Protein Indonesia (API) akan segera merealisasikan investasi di KEK Sei Mangkei senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 6,5 triliun. Perusahaan ini akan memproduksi alternatif protein, fats, chitin, lauric acids, serta turunan dari protein, dan bio-fertilizer di lahan seluas 51 hektar.

Penandatanganan Perjanjian Kompensasi Lahan dilakukan oleh PT API dengan PTPN III di KEK Sei Mangkei pada hari ini. PTPN III diketahui merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pengelola KEK Sei Mangkei.

“Dengan tersedianya lahan, PT API akan merealisasikan pembangunan pabrik pada Januari 2018,” Darmin menuturkan.

Sementara itu, PT Industri Nabati Lestari telah merealisasikan pembangunan pabrik dengan nilai investasi Rp 1,1 triliun di atas lahan seluas 7 hektare di KEK Sei Mangkei. Pabrik yang proses konstruksinya sudah mencapai 50 persen itu akan memproduksi minyak goreng kapasitas 456 ribu ton per tahun, furined fatty acid distillate 27 ribu ton per tahun, dan stearin 114 ribu ton per tahun. Pabrik ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2018.

Selanjutnya, ada PT Unilever Oleochemical Indonesia yang telah berinvestasi Rp 2 triliun di KEK Sei Mangkei. Perusahaan tersebut akan memperluas pabriknya, dari semula 18 ha menjadi 27 ha.

Perluasan lahan 9 ha ini diperkirakan memakan investasi Rp 1 triliun. Sehingga total investasi Unilever Oleochemical Indonesia di KEK Sei Mangkei akan mencapai Rp 3 triliun. Rencana perluasan untuk memproduksi fatty acid dan esther.

“Hingga akhir 2017, KEK Sei Mangkei menyerap investasi Rp 10,5 trilliun,” tutur Darmin. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here