Home News GMKI Dirikan Posko Konseling Bagi Keluarga Korban KM Sinar Bangun

GMKI Dirikan Posko Konseling Bagi Keluarga Korban KM Sinar Bangun

0
SHARE

Matanurani, Jakarta  – Keluarga korban kapal KM Sinar Bangun dengan penuh harap cemas menunggu kabar keberadaan para keluarga mereka di Pelabuhan Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Rabu (20/6). Pencarian korban-korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara terus dilakukan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sahat Sinurat mengatakan, akan membentuk posko konseling untuk korban dan keluarga korban di sekitar Danau Toba.

“Untuk posko konseling keluarga korban akan kami tempatkan di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun dan Simanindo, Kabupaten Samosir, karena keluarga korban terpusat disana,” kata Sahat di Kantor GMKI, Jakarta, Jumat (22/6).

Dalam kesempatan tersebut, Sahat juga menyampaikan ikut prihatin atas musibah yang menimpa keluarga korban kapal motor kayu yang tenggelam di Danau Toba.

Kapal tersebut terbalik dan tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (18/6) petang.

Sahat berharap kepada seluruh keluarga korban yang ditempatkan di tenda darurat di Pelabuhan Tigaras tetap tabah menunggu serta tetap fokus dalam doa.

Pihaknya, kata Sahat, bersama seluruh jajaran yang ada akan memberikan bantuan dan akan berkoordinasi dengan para pihak yang berwenang, untuk memberikan pendampingan.

“Pendampingan secara personal, maupun membuat kegiatan-kegiatan yang melibatkan semua keluarga korban,” kata dia.

Lebih lanjut, kata Sahat, posko konseling tersebut akan didirikan besok, Sabtu (23/6) di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara.

“Nanti ada tim dari GMKI Jakarta dan Tim di daerah Sumatera Utara besok langsung melakukan pendampingan terhadap keluarga korban,” kata Sahat.

“Posko (konseling) ini untuk mengajak keluarga korban untuk secara mental jangan terus merasa tertekan,”lanjut dia.

Apalagi, tambah Sahat, terdapat keluarga korban yang masih anak-anak yang perlu proses pendampingan.

Lebih lanjut, kata Sahat, nantinya tim konseling tidak hanya melibatkan kader atau alumni dari GMKI, melainkan juga dari lembaga-lembaga yang concern di bidang kemanusian.

“Ada beberapa lembaga yang telah menghubungi kami yang juga akan terlibat dalam posko ini,tetapi masih dalam konfirmasi,” kata dia.

Ia berharap posko konseling dapat membantu keluarga yang mengalami musibah.

“Itu kan (pencarian sudah) 7 hari kalau belum ketemu kan ditambah menjadi 10 hari proses pencarian, kami berkomitmen posko ini tetap masih ada sasaran kita keluarga korban,” kata Sahat.

“Karena korban masih di rumah sakit yang kita fokuskan pertama itu di keluarga korban,” sambung Sahat.(Tob).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here