Home News FAO Ungkap Ancaman Krisis Pangan Makin Nyata, Ini Datanya

FAO Ungkap Ancaman Krisis Pangan Makin Nyata, Ini Datanya

0
SHARE
Presiden Joko Widodo meninjau lahan yang akan dijadikan "Food Estate" atau lumbung pangan baru di Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). Pemerintah menyiapkan lumbung pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan dunia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

Matanurani, Jakarta – Memperingati Hari Pangan Sedunia atau World Food Day 2022 pada hari ini, Minggu (16/10), Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) melaporkan terdapat 5 negara yang terancam atau bahkan telah menghadapi kelaparan.

Dalam keterangan resmi FAO, peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini terjadi pada saat ketahanan pangan global menghadapi ancaman dari berbagai arah.

Melonjaknya harga pangan, energi, dan pupuk mendorong kekhawatiran akan ketahanan pangan secara global, terlebih adanya krisis iklim dan konflik yang berlangsung lama, seperti Rusia dan Ukraina.

“Jika tidak ada tindakan yang diambil, sebanyak 970.000 orang berisiko kelaparan di Afghanistan, Ethiopia, Somalia, Sudan Selatan, dan Yaman, jumlah orang yang menghadapi kelaparan di seluruh dunia terus meningkat,” tulis FAO dalam keterangan resmi dikutip, Minggu (16/10).

Menurut Laporan Ketahanan Pangan dan Gizi FAO pada 2021 terdapat 828 juta orang kelaparan, sedangkan 3,1 miliar orang tidak mampu membeli atau mendapatkan makanan yang sehat dan layak.

Faktanya, tulis FAO, kebanyakan dari mereka merupakan petani dan masyarakat pedesaan. Dalam situasi global saat ini, FAO turut memproyeksikan sepanjang Oktober 2022 hingga Januari 2023 kerawanan pangan tingkat akut secara global akan terus meningkat.

Menurut Global Report on Food Crisis 2022 Mid-year Update, diperkirakan pada periode tersebut akan ada 205 juta orang di 45 negara yang akan menghadapi kerawanan pangan akut dan membutuhkan bantuan pangan yang mendesak.

Jika digabungkan dengan data terbaru dari 2021, jumlah ini diperkirakan mencapai 222 juta orang di 53 negara/wilayah yang tercakup dalam Global Report on Food Crises 2022. Jumlah tersebut juga tercatat menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun sejarah laporan.

“Selain itu, Sekitar 45 juta orang di 37 negara diproyeksikan hanya memiliki sedikit makanan sehingga mereka akan mengalami kekurangan gizi parah, berisiko meninggal atau sudah menghadapi kelaparan dan kematian,” lanjut FAO.

Adapun, pada peringatan Hari Pangan Sedunia 2022 mengambil tema ‘Leave No One Behind’ atau berarti ‘Tidak meninggalkan siapa pun di belakang.’ Bentuk pelaksanaan dari tema ini yaitu melalui produksi pangan yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan kehidupan yang lebih baik.

Gerakan ini sekaligus menyerukan solidaritas global kepada seluruh pemerintah di dunia untuk mengubah sistem pertanian dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, mengatasi ketidaksetaraan, meningkatkan ketahanan, dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut banyak negara di dunia saat ini terancam mengalami kerawanan pangan akut akibat situasi global yang tidak menentu. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober.

Jokowi menyebut negara-negara di dunia terancam mengalami krisis ekonomi, energi dan pangan akibat pandemi Covid-19 yang terjadi selama 3 tahun dan konflik Rusia-Ukraina yang tak kunjung berakhir.

“Ada berbagai prediksi tentang situasi global ke depan yang sama bahwa banyak negara di dunia yang rakyatnya terancam menghadapi kerawanan pangan akut. Hampir tiga tahun pandemi, lalu konflik dan perang di Ukraina, telah membawa dampak krisis ekonomi, energi, dan pangan ke seluruh dunia,” tulis Jokowi di akun Instagramnya @jokowi, Minggu (16/10).

Menurutnya, mau tidak mau Indonesia harus bersiap menghadapi berbagai ancaman krisis, khususnya krisis pangan dengan meningkatkan ketahanan pangan. Jokowi mengklaim bahwa Indonesia sudah jauh-jauh hari melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapi ancaman krisis pangan.

“Jauh-jauh hari sebelumnya, jalan menuju ketahanan pangan itu sudah kita persiapkan, salah satunya dengan membangun infrastruktur di bidang pertanian, dari bendungan, embung, hingga jaringan irigasi yang mendukung produksi pertanian nasional,” ujarnya. (Bis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here