Matanurani, Jakarta – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN, Benny Pasaribu mengatakan perlu meniru strategi manajemen negeri Kamboja dalam mengelola sawah basah agar mampu berproduksi dalam jumlah lebih besar dari sawah irigasi.

“Strategi manajemen sawah basah model Kamboja perlu ditiru agar sawah-sawah irigasi kita mampu berproduksi dalam jumlah besar,” kata Benny pada rapat Pokja Pangan KEIN bertajuk ‘Strategi untuk manajemen sawah basah Kamboja’ di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Rabu (11/4).
Adapun strategi manajemen sawah basah tersebut lanjut Benny menggunakan pola perencanaan yang terintegrasi, terarah dan pro petani. Mulai dari pemanenan, penanganan, pengeringan hingga sampai pada penyimpanannya.
Seperti diketahui tercatat sawah basah di Indonesia seluas 1,4 juta hektar produktivitasnya masih rendah, hanya 1-2 ton per hektar. Penyebabnya karena sawahnya terlalu lama tergenang air, tanah terlalu asam, sistem pengairan belum baik, kurang pemupukan, dan hama. (Smn).




































