Home News Penerapan Klaster Dapat Atasi Daya Saing Produksi Hasil Hutan Alam

Penerapan Klaster Dapat Atasi Daya Saing Produksi Hasil Hutan Alam

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI)  mencatat bahwa daya saing produk hasil hutan alam menurun dari tahun ke tahun. Hal itu tampak dari jumlah Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA) tahun 2016 hanya 265 unit dengan produksi 6 juta m3, sedangkan tahun 1992 lalu terdapat sebanyak 580 unit dengan produksi 26 juta m3.

“Penurunan kinerja sektor usaha kehutanan dari hulu ke hilir mulai terjadi sejak tahun 1990- an sampai saat ini. Dari 265 ijin HPH, hanya 199 unit yang aktif atau hanya 74 persen. Dan produktifitas dihutung berdasarkan jumlah produksi kayu terhadap luas efektif,”  kata Dr Bambang Widyantoro dari APHI, dalam Fokus group diakusi bersama Komite Ekonomi dan Induatri Nasional (KEIN) di Jakarta, Selasa, (31/10).

Padahal menurut Bambang, kondisi industri hilir pernah menempati posisi ke 2 sebagai penghasil devisa negara dan saat ini hanya menempati posisi ke 8.

“Sektor kehutanan selalu dihadapkan dengan berbagai persoalan, salah satunya terkait kebijakan pengelolaan hutan alam,” ungkap Bambang.

Karenanya, menurut dia penerapan klastering diharapkan dapat mengatasi penurunan daya saing produksi hasil hutan alam terkait dengan industri hilirnya secara geografis.

“Daya saing industri pengolahan kayu masih rendah selain akibat teknologi pengolahan kayunya tidak berkembang, serta rendahnya rendemen, juga biaya produksi industrinya tinggi. Sebaran industri hulu dan hilir tidak dalam satu kawasan yang terintegrasi,” tukas Bambang.(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here