Home News Perkebunan Sawit Harus Jadi Model Bagi Komoditas Lain

Perkebunan Sawit Harus Jadi Model Bagi Komoditas Lain

0
SHARE

Matanurani, Badung – Menko Perekonomian Darmin Nasution ingin model kemitraan antara perusahaan dan perkebunan kelapa sawit rakyat juga diterapkan oleh komoditas lain.

Menurut dia, ada perbedaan antara perkebunan sawit dengan karet, kelapa, kakao, dan rempah-rempah, yakni mekanisme menghasilkan bibit yang baik dan kerja sama antara perkebunan besar dengan perkebunan rakyat.

Pada komoditas lain, Darmin tidak melihat kemitraan antara perkebunan besar dengan perkebunan rakyat sehingga tidak ada mekanisme untuk menghasilkan bibit dan praktik perkebunan yang baik. Meskipun demikian, dia mengakui kondisi itu terjadi karena pemerintah kurang berperan.

“Kita harus membuat perkebunan sawit ini model, bahwa kerja sama antara perkebunan rakyat dan perkebunan besar sangat penting. Tidak berarti kita mau mengundang perusahaan besar masuk ke perkebunan rakyat, tapi harus ada mekanisme partnership. Paling tidak ada mekanisme offtaking produknya,” katanya dalam International Palm Oil Conference (IPOC) 2017 di Nusa Dua, Bali, Kamis (2/11).

Pemerintah, lanjut dia, meyakini pengembangan kelapa sawit ke depan tidak dapat ditempuh melalui ekstensifikasi sekalipun di sisi lain pemerintah meluncurkan program reforma agraria untuk meredistribusi kepemilikan tanah kepada masyarakat. Untuk itu, peremajaan perkebunan sawit yang tanamannya sudah tua atau berproduktivitas rendah menjadi opsi.

Apalagi, kata Darmin, banyak petani menggunakan bibit asalan karena keterbatasan modal sehingga produktivitas CPO perkebunan rakyat di bawah potensi. “Pemerintah menyediakan dana dari sebagian dana BPDP [Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit] untuk membiayai, paling tidak untuk pembelian bibit, pembukaan lahan, dan penanaman,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Kementerian Pertanian Hari Priyono mendorong perusahaan perkebunan swasta mewujudkan komitmen membangun kebun plasma seluas 20% dari areal kerja, sebagaimana amanat UU No 39/2014 tentang Perkebunan.

Dia menuturkan, 11,9 juta ha perkebunan sawit nasional telah menghasilkan 31,5 juta ton CPO dengan nilai ekspor US$18 miliar.

“Dengan cara pandang ini, harusnya kita bangga terhadap industri ini meskipun produktivitasnya masih di bawah potensi,” ujarnya. (Bis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here