Matanurani, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menanyakan manfaat program makan bergizi gratis (MBG) ke massa buruh dalam perayaan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. Prabowo menekankan pandangannya bahwa program tersebut krusial untuk Indonesia.
Prabowo menanyakan pendapat para buruh saat berpidato dari panggung Mayday Fiesta di Monas. Ia saat itu sedang menyinggung program-program sosial dari pemerintahannya. “Kami juga beri perlindungan sosial yang sangat besar,” kata dia kepada para hadirin.
Salah satu program sosial itu adalah Makan Bergizi Gratis. “Kami juga beri MBG. Saya tanya ke saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak?” tanya Prabowo.
Namun, pertanyaan Prabowo tidak dijawab secara kompak oleh massa buruh. Sebagian menyampaikan persetujuan sementara sebagian lainnya menyatakan tidak setuju.
Adapun pemerintahan Presiden Prabowo terus mengebut realisasi proyek MBG untuk sekitar 82 juta penerima manfaat. Program ini adalah unggulan Prabowo yang dia janjikan semasa Pilpres 2024.
Sejumlah ekonom mendesak pemerintah memangkas anggaran MBG. Pemangkasan dana MBG dianggap opsi paling mudah di tengah rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran kementerian/lembaga untuk menghindari risiko defisit anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Didin Damanhuri, menyatakan anggaran MBG yang tahun ini dialokasikan Rp 335 triliun sebaiknya fokus pada daerah stunting dan gizi buruk. Berdasarkan hitungannya, dengan realokasi anggaran tersebut, kemungkinan MBG hanya akan menghabiskan dana sekitar Rp 40-50 triliun.
“Jadi anggaran lainnya bisa menghindari defisit, membiayai kenaikan harga minyak, membiayai bantuan sosial dan berbagai keperluan pembangunan,” ucap Didin dalam diskusi daring, Selasa, 17 Maret 2026. (Tem).





































