Matanurani,Jakarta – Usai menggelar pertemuan tertutup bersama Presideni Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Istana Negara sejak pagi tadi, jajaran menteri kabinet ekonomi dan maritim mengungkapkan isi pembicaraannya selama kurang lebih dua jam.
Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan isi pembicaraan bersama Presiden RI fokus pada masalah percepatan investasi di Indonesia.
“Bapaknya cuma ngomong bagaimana mempercepat investasi pelaksanaannya supaya investasi masuk, memang ada beberapa proyek yang oleh bapaknya supaya diberikan perhatian. Sebenarnya sudah proyek lama,” ujar Darmin di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (8/8)..
Menurut dia, fokus pembicaraannya menekankan pada pengembangan proyek pelabuhan dan kilang minyak di Tanah Air. “Bukan masalah kendala, pokoknya kenapa belum mulai juga (proyeknya) pertanyaannya gitu,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan memilih pelit bicara saat diminta konfirmasinya mengenai pembahasan kilang minyak bersama Jokowi oleh awak media.
“Enggak tahu. Judulnya intern, tanya saja Pak Darmin. Kalau kilang ya harus tetap jalan, itu saja. Semua yang sudah direncanakan harus tetap jalan, seperti yang di Bontang ya. Progresnya tanyakan ke Pertamina,” kata Jonan.
Adapun Menteri BUMN, Rini Soemarno membenarkan pertemuan antar menteri hari ini dilakukan untuk membahas persoalan investasi secara menyeluruh.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya yang rupanya ikut dipanggil Jokowi menjelaskan dirinya berdiskusi soal persiapan rakornas kebakaran hutan dan lahan.
“Masih bahas soal yang kemarin-kemarin soal persiapan rakornas karhutla, kan musti cek kesiapan Pak Wiranto, Menkopolhukam,” kata Siti.
Saat ditanya soal keikutsertaan Jusuf Kalla dalam pemanggilan hari ini, Siti terkesan langsung salah tingkah menyikapi awak media. “Enggak, ah dia (media) lebih tahu nih!,” kata Siti sambil tertawa terbahak.
Penjelasan lebih detil soal pemanggilan para menteri oleh Kepala Negara dijelaskan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut B Pandjaitan.
Menurut dia, Jokowi meminta kepada jajarannya agar seluruh proyek yang saat ini tengah berjalan dipercepat dan dipermudah prosesnya.
“Proyek mana saja seperti Jalan Patimban, jalan tol, semua efisiensi dilihat. Contohnya seperti LRT itu. LRT kita tidak ingin elevated, tapi dibawah supaya lebih murah costnya. Semua yang bisa diperepat dipercepat. Jangan terlalu banyak negosiasi enggak jelas,” tandasnya. (Ini).





































