Home Nasional BEI Optimistis Pilpres 2019 tidak Pengaruhi Indeks dan Minat IPO

BEI Optimistis Pilpres 2019 tidak Pengaruhi Indeks dan Minat IPO

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Otoritas pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Per 27 Desember 2018 terdapat sebanyak 57 perusahaan baru yang tercatat di pasar modal Indonesia, di tengah berbagai tekanan global. Ini merupakan pencatatan terbanyak sepanjang berdirinya BEI, terutama setelah privatisasi bursa efek di 1992.

Total penghimpunan dana mencapai Rp16 triliun atau naik 68% dari tahun lalu yang sebesar Rp9,5 triliun. Ini merupakan penghimpunan dana yang terbanyak di ASEAN, demikian disampaikan oleh Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, saat paparan kinerja akhir tahun di gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/12).

Total perusahaan tercatat hingga akhir Desember 2018 mencapai 618 perusahaan. Kemudian dari sisi investor, terhitung sejak awal 2018 – 27 Desember 2018 telah meningkat lebih dari 222 ribu investor menjadi 851 ribu atau naik 35% sepanjang tahun 2018.

Dari aktivitas perdagangan, tercatat sejak awal tahun atau year to date, rata-rata transaksi harian mencapai Rp8,5 triliun per hari atau naik 11%  dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain rata- rata frekuensi perdagangan naik 24% menjadi 386 ribu kali per hari.

“Ini tertinggi di antara bursa kawasan regional Asia bahkan melampaui Thailand,” ungkapnya.

Untuk 2019, BEI tetap optimistis menargetkan 35 perusahaan akan tercatat atau melakukan IPO di tengah akan terjadi banyak dinamika politik.

“Walaupun kami optimis bisa lebih dari itu. Kami memberikan sinyal tetap optimistis target sama seperti 2018. Untuk investor saham kami canangkan naik 30%. Tapi kalau dari indeks dan IPO historikalnya di saat Pemilu korelasinya tidak signifikan. Kami optimistis adanya Pilpres tidak akan pengaruh banyak ke pasar modal. Kalau ada riak-riak kecil itu biasa,” jelas Inarno.