Matanurani, Jakarta – Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menuturkan hampir setengah dari bacaleg Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang kini telah masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) terdapat 3393 dari 7751 atau 49% berasal dari Jabodetabek, yang cenderung lebih dekat dengan kekuasaan di tingkat pusat parpol.
Hal tersebut menandakan adanya kedekatan terhadap kekuasaan pusat yang berada di Jakarta menjadi salah satu pertimbangan parpol dalam mencalonkan para calegnya.
Dalam riset yang dilakukan pihaknya, Lucius memandang hal tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi aspek penyerapan aspirasi masyarakat jika nantinya para bacaleg ini terpilih. Pasalnya, para caleg tersebut cenderung hanya memahami lingkungan asal mereka ketimbang dapil yang nantinya menjadi arena pertarungan.
“Ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketersendatan DPR dalam menyerap aspirasi karena mayoritas bacaleg dari lingkungan Jabodetabek dan itu saya kira memungkinkan adanya peluang para caleg ini tidak paham akan dapilnya,” ujarnya di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta, Jumat (14/9).
Selain itu, dirinya menilai kondisi tersebut menunjukan buruknya pola rekrutmen parpol. Kecenderungan para bacaleg berasal dari Jabodetabek sentris ini menunjukan masih adanya polarisasi serta oligarki dari parpol.
“Komposisi yang hampir setengah dari jumlah bacaleg ini menunjukan adanya kegagalan dari parpol untuk merekrut bacaleg mereka sesuai dengan dapil yang nantinya akan diperebutkan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Formappi melakukan kajian terhadap DCS Bacaleg DPR RI yang telah dipublikasikan oleh Komisi Pemilihan Umum. Kajian tersebut berfokus kepada profil para bacaleg yang ditampilkan dalam DCS oleh KPU yang dapat pula dikritisi oleh publik.(Mei).





































