Home News Kadin Dukung Tingkatkan Investasi dan Perdagangan Indonesia dan Malaysia

Kadin Dukung Tingkatkan Investasi dan Perdagangan Indonesia dan Malaysia

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung peningkatan investasi dan perdagangan khususnya sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) antara Malaysia dan Indonesia.

Ketua Kadin Indonesia Komite Malaysia Susanto Lim mengatakan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Malaysia ini sangat luas ruang lingkupnya.

“Masih banyak potensi yang perlu dieksplorasi lebih jauh untuk meningkatkan nilai manfaat bagi kedua belah pihak,” kata Susanto kepada matanurani dalam kunjungan delegasi Kadin ke Kedutaan Besar Malaysia di Kuala Lumpur, Senin (12/3).

Sementara pimpinan delegasi yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Benny Pasaribu mengatakan, dalam kerja sama tersebut perlu ada inisiasi dalam mengoptimalkan dan mengakselerasi misi dagang serta pertemuan kelompok bisnis di kedua negara, khususnya dalam lingkup UKM.

Karena itu nantinya Kadin akan membantu memfasilitasi pertemuan bilateral, baik antarpara pengusaha maupun dengan pemerintah di kedua negara. “Kadin akan membantu dengan topik strategis dalam rangka pengembangan kebijakan pengamanan  perdagangan luar negeri,” ungkap Benny.

Benny berharap peran serta Kadin Indonesia tersebut mampu meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama perdagangan serta investasi di antara kedua negara.

Salah satu program Kadin Indonesia Komite Malaysia adalah mengupayakan terciptanya kemitraan ekonomi dan bisnis antar negara dengan tujuan utama memanfaatkan peluang terbuka hubungan kerja sama tersebut pada tingkat regional maupun internasional.

Adapun Malaysia merupakan salah satu negara potensial bagi investasi di Indonesia. Meskipun mengalami penurunan pada 2016, Malaysia tetap masuk dalam daftar 10 besar negara dengan investasi terbesar di Indonesia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bahwa investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) yang berasal dari Malaysia mencapai US$ 1,1 miliar atau setara Rp 14,84 triliun. Angka ini turun 63,74 persen dari tahun sebelumnya mencapai US$ 3,07 miliar. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here