Matanurani, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah telah banyak berupaya untuk bisa lolos dari tren perlambatan ekonomi agar kembali bisa berbalik arah.
Dalam kondisi demikian pemerintah memutuskan untuk mengambil kebijakan sekalipun penuh risiko dengan memotong sebesar-besarnya anggaran subsidi untuk memperlebar ruang fiskal. Sehingga, pemerintah memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun infrastruktur, pendidikan, serta bantuan sosial (bansos).

“Kita tentu semua ingat saat pemerintah mulai memotong anggaran subsidi besar-besaran untuk membuat ruang fiskal lebih besar, untuk pengeluaran membangun infrastruktur, pendidikan, bansos. Dan tahun-tahun selanjutnya membangun infrastruktur besar-besaran,” kata Darmin dalam sambutannya pada Seminar Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Meets The CEO, Jakarta, Rabu (17/1).
Kebijakan itu menurut Darmin dikombinasikan dengan kebijakan antar sektor. Hasilnya pun mulai terlihat. Bahkan kebijakan yang ditempuh pemerintah membuat pertumbuhan ekonomi mulai bergerak naik dan menjauh dari angka 4 persen.

Dalam kondisi ekonomi yang melambat, Darmin menuturkan, permintaan ekspor darimanapun pasti akan merosot. Lalu, untuk mengundang investor masuk ke Indonesia bukan perkara gampang.
“Itu sebabnya ekonomi kita 2 tahun pertama sangat fokus mengandalkan permintaan dalam negeri,” ujar Darmin.
Lebih lanjut, Darmin menjelaskan, kebijakan yang telah ditempuh pemerintah mulai menunjukan perbaikan. Beberapa indikator menunjukan pemulihan, antara lain pertumbuhan ekonomi yang menguat, pengangguran yang menurun, tingkat kemiskinan yang menurun, gini ratio yang menurun, begitu juga dengan inflasi.
Namun, ada sebuah catatan. Pemerintah belum melihat adanya transformasi struktur ekonomi.
“Awal tahun lalu, pemerintah sudah berpikir oke, kualitas pertumbuhan membaik, distribusi pendapatan, tingkat kemiskin dan lain-lain. Tapi pertanyaannya apakah itu akan berkelanjutan nggak? Apa sumbernya perbaikan gini ratio ini kemarin? Tidak mudah jawabnya karena masih pendek waktunya,” tukasnya. (Smn).





































