Home Opini Jokowi, Olahraga, Motivasi, dan Perubahan Pembangunan

Jokowi, Olahraga, Motivasi, dan Perubahan Pembangunan

0
SHARE

KEMARIN saya kaget dan terkagum-kagum saat menonton pebulutangkis diluar 10 besar dunia, Anthony Ginting bisa membuat Chen Long, pebulutangkis 6 besar dunia jungkir balik sampai menyerah 2 set telak.

Rupanya saat di wawancarai wartawan Anthony mengaku ia ingin tampil di depan RI 1 karena ingin membalas motivasi JOKOWI yang menghampirinya ke ruang ganti saat cedera pada pertandingan beregu waktu itu.

“Saya ingin tampil juara di depan RI 1, saya ingin membalas motivasi beliau sewaktu saya cedera pertandingan beregu kemarin.” ungkapnya.

Begitu pula halnya dengan atlet Wushu Lindsey Kwok tampil hebat merebut emas. Hal pertama yang dilakukannya adalah berlari ke tempat Presiden JOKOWI seperti anak ingin membanggakan orang tuanya atau bapaknya.

Kemarin lebih gila lagi 10 emas sehari disapu bersih dari cabang olahraga pencak silat sampai panjat tebing. Para atlet sepertinya berlomba-lomba mencari medali sebanyak-banyaknya untuk bumi pertiwi. Motivasi atlet bertambah pada pemimpin negeri

Ada apa sebenarnya ini?
Ada apa di negeri ini?
Ada apa, perubahan besar ini?

Dahulu banyak atlet yang tidak diperhatikan, jangankan uang, hadiah uang saku kadang disunat. Sudah jadi rahasia umum ajang pelatnas jadi budaya suap sana suap sini. Nasib atlet mulai dari kanak-kanak dibiasakan budaya membayar, prestasi negeri pun luluh lantak.

Bulu tangkis era Rudy Hartono, Liem Swie King sampai dengan Alan Budikesuma, dan Susi Susanti bisa lenyap tenggelam bahkan menghadapi pemain India, Thailand kita menangis.

Ada apa perubahan ini?
Saya dari kecil sudah biasa melihat tiang pancang tol 20 tahun berdiri tanpa realisasi dan begitu-begitu saja.
Sekarang 3 tahun kepemimpinan JOKOWI  800 kilometer jalan infrastruktur dari Sabang sampai dengan Merauke. Dan 80 waduk, terminal, stasiun, bandara sampai pelabuhan baru tampak nyata wujudnya.

Artinya tadi rakyat yang pesimis kini telah berubah menjadi bangsa yang optimis.
Seakan negeri ini menjadi yang berbeda, dan bangsa yang bangkit dari tidurnya.

JOKOWI bukan seorang pemimpin kekanakan yang suka mengadu domba tapi pemimpin yang memberi contoh bekerja keras untuk berhasil.

JOKOWI bukan pula pemimpin arogan yang suka menunjuk tanpa memberi hasil tapi seperti seorang ayah yang memotivasi untuk bangkit.

JOKOWI bukan pula menjadi orang – orang kebingungan yang sibuk mencari perhatian dengan berita fitnah dan hidup dari kebencian, tapi JOKOWI seorang yang merakyat, membaur dalam perbedaan suku, agama & bahasa bangsanya.

Lihat saja hari ini bangsa ini terbagi dua, yang satu bersorak sorai bangga dengan bangkit negerinya, bersyukur atas 24 emas Asian Games kemarin malam.

Sementara yang lain masih sibuk hidup dalam halusinasi, mimpi hidup sektarian dalam negeri plural. Mimpi memimpin tapi tidak jelas prestasi dan mau berbuat apa?

Hari ini Indonesia bersinar, mata dunia melihat kita. Semua rekor kita sudah pecahkan, mulai dari pembangunan sampai olahraga boleh kita banggakan.

Apakah anda akan ikut serta?
Atau tetap hidup dalam fatamorgana?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here