Matanurani, Jakarta – Melihat kondisi polarisasi politik yang semakin kompleks dan dinilai banyaknya peredaran konten negatif dan hoax, Duta Joko Widodo meluncurkan sebuah Gerakan Kebangsaan ‘Indonesia Bijak’ yang berfungsi untuk mengajak generasi milenial menjadi lebih cerdas dan kritis.
“Dalam situasi polarisasi pilihan politik yang kini cenderung mengarah pada krisis sosial dan kebangsaan. Ada kecenderungan bahwa elit-elit justru memanfaatkan perbedaan aspirasi politik menjadi katalisator bibit perpecahan di kalangan masyarakat, karena itulah tercetus gerakan ini,” tulis Duta Jokowi dalam rilisnya, Minggu (6/5).
Gerakan ini disebutkan bertujuan untuk membangun kesadaran di kalangan generasi muda milenial, guna menangkal virus perpecahan dan permusuhan yang bisa membahayakan kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk.
“Generasi milenial diajak untuk menjadi lebih kritis dan cerdas dalam menyikapi informasi yang beredar di sosial media. Masa depan bangsa ini ada hanya di tangan orang-orang muda yang cerdas dan mau bekerja dengan optimisme.”
Duta Joko Widodo juga berharap akan semakin tersebarnya generasi muda milenial yang akan siap bergerak membagikan ‘virus’ semangat kebangsaan Indonesia kepada orang di sekitarnya.
“Kita boleh berbeda pilihan politik tapi jangan sekali-kali mengorbankan semangat persatuan dan kesatuan bangsa ini,” ujar Koordinator Nasional Duta Jokow Widodo, Joanes Joko.
Menurut tim Sekretariat Nasional Duta Joko Widodo, gerakan ini akan dilakukan dengan melaksanakan trainer for trainer (TFT) sosial media untuk generasi milenial di 18 lokasi yang berada di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Targetnya meliputi generasi milenial dari 150 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.
TFT pertama akan diadakan pada Sabtu (5/5/2018) hingga Minggu (6/5/2018) di Wisma Kinasih Bogor, Jawa Barat. (Smn).





































