Home Uncategorized Pemerintah Luncurkan Pengembangan Vokasi Indonesia 2017-2025

Pemerintah Luncurkan Pengembangan Vokasi Indonesia 2017-2025

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pemerintah meluncurkan buku kebijakan pengembangan vokasi Indonesia 2017-2025 untuk memenuhi kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan industri dan sebagai persiapan tenaga kerja dalam menghadapi industri 4.0.

“Buku ini hasil diskusi panjang dengan beberapa kementerian dan lembaga. Ada kesepakatan perlu perombakan di pendidikan vokasi kita terutama pendidikan kejuruan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara peluncuran buku di Jakarta, Kamis (21/12).

Darmin mengatakan buku ini dapat menjadi masukan dan pedoman bagi semua pemangku kepentingan dalam upaya pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia secara optimal dan komprehensif untuk melahirkan tenaga kerja yang berdaya saing.

Dalam buku ini termuat rekomendasi kebijakan yang harus ditindaklanjuti dalam penyelesaian permasalahan pendidikan dan pelatihan vokasi.

Rekomendasi tersebut antara lain adanya penyesuaian perubahan kurikulum agar sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri serta peningkatan kemampuan tenaga pengajar dan pelatih agar sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi.

Kemudian, adanya pembaharuan peralatan minimal yang harus dimiliki vokasi agar sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, pengelolaan “teaching factory” dan penyiapan platform untuk mempermudah akses informasi pasar kerja.

Darmin mengatakan selama ini pemerintah fokus untuk melaksanakan program pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai salah satu langkah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi nasional.

Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan ekonomi nasional tersebut dibutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi.

Melalui program prioritas ini, kurikulum pendidikan ditransformasikan agar dapat sesuai antara lulusan pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Strategi dan Fokus Ekonomi

Pendidikan vokasi ini, kata Darmin, dibutuhkan karena negara yang memiliki strategi dan fokus ekonomi yang jelas akan lebih berhasil mencapai tingkat kemakmuran yang lebih baik.

Kondisi tersebut, kata dia, akan berbanding terbalik dengan negara yang tidak memiliki fokus dan tujuan pembangunan.

Oleh karena itu, tambah Darmin, setiap negara perlu mencari sumber competitiveness (daya saing) untuk menciptakan keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif.

“Jika tidak dikembangkan maka negara tersebut mengandalkan risiko yang berpikir mau unggul di banyak bidang, namun kemudian tidak terjadi apapun,” katanya.

Sementara itu ketua Pokja Pangan Komite Ekonomi dan Industri Nasional ( KEIN), Benny Pasaribu menilai pengembangan vokasi perlu di dorong untuk memenuhi kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan industri sebagai persiapan tenaga kerja dalam menghadapi industri 4.0.

Karena itu menurut Benny sektor industri perlu diarahkan agar memiliki daya saing yang tinggi karena kuatnya struktur, tingginya peningkatan nilai tambah dan produktivitas di sepanjang rantai nilai produksi, dan dukungan dari seluruh sumber daya produktif.

“Disamping peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan ketersediaan tekonologi tepat guna, industri vokasi perlu di dorong agar pelaku usaha di hulu yang relatif rendah pendidikannya dapat ditingkatkan ketrampilannya dan produktifitasnya,” kata Benny. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here