Home Opini Mendorong Investasi dan Industrialisasi Berbasis Produk Unggulan Lokal

Mendorong Investasi dan Industrialisasi Berbasis Produk Unggulan Lokal

0
SHARE

Oleh: Benny Pasaribu

INVESTASI menjadi sebuah isu utama yang tak habis-habisnya dibahas dalam pemerintahan Jokowi saat ini. Bahkan Presiden terus berulang-ulang melakukan banyak perbaikan-perbaikan yang pada akhirnya belum menunjukkan perubahan
karena mental dari sebagian terbesar birokrasi di pusat dan daerah belum berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan investasi.

Sebut saja soal tumpang tindih dan banyaknya regulasi dan perijinan yang  masih berbelit-belit, kepastian lokasi dan status lahan, rumitnya sistim administrasi perpajakan dan prosedur mengajukan insentif, persoalan peraturan impor dan ekspor, banjirnya impor illegal, dan persoalan ketenagakerjaan dan keamanan investasi dan berbagai hal lainnya.

Untuk mengatasi semua itu maka perlu mendorong investasi dan industrialisasi berbasis produk unggulan lokal dengan pendekatan sistem klaster dan kawasan industri. Berbagai kemudahan dan fasilitas perlu difokuskan pada sektor-sektor yang telah berhimpun dalam Sistem Klaster dan Kawasan Industri.

Sistem Klaster dan Kawasan Industri ini akan mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru yang melibatkan rakyat banyak, seperti di sektor agro industri, pariwisata, maritim dan ekonomi kreatif.

Bangsa ini tidak bisa maju cepat karena tidak memberi perhatian yang memadai terhadap hilirisasi produk-produk unggulan daerah. Bahkan bahan baku yang dari impor lebih diutamakan sehingga lebih dari 70% industri saat ini sangat tergantung bahan bakunya pada impor. Kita hanya dapat sedikit nilai tambah, itupun karena upah murah saja.

Di masing-masing sektor ini terdapat produk unggulan yang penanganannya memerlukan integrasi dari hulu sampai hilir sehingga sebagian terbesar warga masyarakat bisa terlibat dan ikut menikmati hasilnya. Tetapi semua itu tidak datang otomatis. Sangat tergantung pada political will dari pemerintah.

Apa bisa semua elemen bangsa ini fokus pada 4 sektor tersebut? apakah APBN/ APBD, BUMN/ BUMD, perbankan, Koperasi, lembaga pendidikan, dan sebagainya mau fokus pada pengembangan hilirisasi produk-produk unggulan daerah dimaksud? Semua berharap Presiden Jokowi mampu melakukan orkestrasi dengan lembaga parlemen dan pemda agar seirama memajukan industrialisasi berbasis produk unggulan daerah dengan menyediakan Klaster dan Kawasan Industrinya.

Sektor agro industri misalnya, setiap Kawasan Industri harus terkoneksi dengan Klaster, lokasi produksi bahan baku dan barang setengah jadi, dan Kawasan itu dekat ke pelabuhan. Selain itu, Organisasi Kawasan Industri harus merupakan bagian dari pemerintah pusat, sehingga gangguan dari lokal bisa dimimimalisir.

Kemudian ijin impor dan tarif bea masuk harus dipermudah agar terjamin kontinuitasnya. Jika dari dalam negeri maka pasokan bahan baku harus lancar dan harganya kompetitif. Karena persoalan bahan baku tidak mudah diselesaikan dan masuk jangka menengah-panjang.

Karena itu Indonesia perlu lebih fokus pada industrialisasi yang bahan bakunya tersedia secara alamiah di dalam negeri, dan fokus pada produk unggulan daerah.

Khusus Agroindustri dan maritim, Indonesia mampu menyediakan bahan baku industri yang melimpah. Jika pabrik yang relokasi ke Indonesia membutuhkan bahan baku dari sektor- sektor tersebut maka kawasan dan klaster industrinya dipetakan sesuai produk unggulan daerah.

Demikian juga untuk komoditas lainnya.
Artinya, ekosistem investasi itu tidak hanya menyangkut regulasi dan perijinan tetapi sangat banyak, termasuk pasokan bahan baku, infrastruktur, dan sebagainya.

Penulis adalah Doktor Ekonomi dari University Ottawa Kanada dengan spesialisasi Kebijakan Industri dan Perdagangan Internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here