Home Opini Kepemimpinan Manajerial di Tengah Himpitan Pandemi Covid 19 (Bagian 2)

Kepemimpinan Manajerial di Tengah Himpitan Pandemi Covid 19 (Bagian 2)

0
SHARE

 

Oleh : Dr. Tonny Hendratono

TIDAK terasa dunia sudah menghadapi Pandemi Covid 19 setahun, dan tahun 2020 yang baru saja berlalu akan dikenang sebagai tahun pandemi global. Dampak pandemi covid 19 ini telah menimbulkan goncangan yang besar pada industri pariwisata. UNWTO memperkirakan terjadi penurunan export revenue dunia dari $ US 1,2 trilliun menjadi $ US 910 milyard, GDP (Gross Domestic Product) dunia mengalami penurunan antara 1,5% sampai 2,8%, dan hampir 100 juta sampai dengan 120 juta tenaga kerja pada industri pariwisata dan turunannya terancam, serta berkurangnya turis dunia antara 850 juta sampai dengan 1,1 milyar. Sementara di Indonesia KADIN (Kamar Dagang Indonesia) mencatat hingga akhir tahun 2020 total kerugian industri pariwisata mencapai Rp.10 trilliun. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno ketika berdialog dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sekitar 30 juta lapangan pekerjaan mengalami penurunan dratis sebagai akibat pandemi covid (tempo.com, 11 Januari 2021). Pandemi Covid 19 ini dapat dimaknai sebagai kejadian yang sangat luar biasa, cepat dan dratis serta tidak terduga yang menyebabkan ketidakpastian dalam dunia usaha. Dalam menyikapi situasi krisis seperti ini dimana terjadi ketidakbiasaan, maka tidak dapat diatasi dengan cara-cara biasa, perlu tindakan yang sangat luar biasa think out of the box. Oleh karena itu, diperlukan kepemimpinan manajerial sebagai panacea mengatasi krisis ini.

Kepemimpinan manajerial merupakan kombinasi antara dimensi ketrampilan manajerial yang di miliki oleh seorang manajer dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, dengan dimensi kepemimpinan efektif yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Secara umum fungsi manajemen terdiri dari empat yaitu (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pengarahan dan (4) pengawasan, yang melaksanakan fungsi -fungsi tersebut disebut manajer. Robbins dan Judge (2015) mengemukakan manajer adalah individu yang mencapai tujuan melalui orang lain. Manajer membuat keputusan, mengalokasikan sumber daya, mengatur aktivitas bawahan untuk mencapai tujuan. Dalam menjalankan peran sebagai manajer, diperlukan ketrampilan manajerial yaitu pengetahuan dan kemampuan manajer dalam menjalankan peran dan fungsinya. Selanjutnya Katz (1970) mengemukakan tiga ketrampilan manajerial yang perlu dimiliki manajer yaitu (1) ketrampilan teknis (technical skill) yaitu pengetahuan mengenai metode, proses, prosedur dan teknik untuk melaksanakan sebuah kegiatan, dan kemampuan untuk menggunakan peralatan yang relevan, (2) ketrampilan membangun hubungan antar pribadi (interpersonal skill) yaitu pengetahuan tentang perilaku manusia dan proses relasional antar pribadi, kemampuan berkomunikasi dan kooperatif, dan (3) ketrampilan membangun konsep (Conceptual skill) berkaitan dengan kemampuan analistis, penalaran, menyusun konsep, kreativitas dalam mengembangkan ide dan pemecahan masalah serta kemampuan mengantisipasi perubahan. Untuk menjalankan peran dan fungsi manajemen tersebut, dimensi ketrampilan kepemimpinan efektif sangat penting. Menurut Robbin sdan Judge (2015) Kepemimpinan adalah kemampuan sesorang untuk memengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian sebuah visi atau serangkaian tujuan. Pemimpin bertanggung jawab dan menjamin bahwa bawahan termotivasi dan memiliki komitmen dalam mewujudkan dan mensukseskan tujuan organisasi. Dalam melaksanakan fungsi sebagai pemimpin diperlukan ketrampilan kepemimpinan efektif yang meliputi (1) kemampuan menginspirasi dan memotivasi, (2) Memiliki kejujuran dan integritas, (3 Kemampuan memecahkan masalah, (4) Kemampuan mendelegasikan tugas kepada tim (5) Kemampuan berkomunikasi (6) Kemampuan berkolaborasi dalam tim (7) mendorong terwujudnya visi dan misi. Ketrampilan kepemimpinan efektif tersebut, sebaiknya melekat pada setiap manajer, terlebih dalam situasi dimana perusahaan menghadapi permasalahan yang disebabkan pandemi covid 19.

Kotter (1996) menyatakan dalam sebuah transformasi peran manajemen berkisar 10% sampai dengan 30%, sementara 30% sampai dengan 70% sangat tergantung dari kepemimpinan. Oleh karena itu, mengombinasikan ketrampilan manajer dengan ketrampilan kepemimpin efektif, diharapkan akan dapat merubah sebuah tantangan menjadi peluang melalui terobosan-terobosan yang kreatif, inovatif dan rasa percaya yang tinggi serta keberanian untuk mengambil risiko. Bennis dan Nanus (1985) mengemukakan perusahaan yang bermodal kecil bisa meminjam dana, perusahaan yang berlokasi kurang strategis bisa pindah lokasi, tetapi sebuah perusahaan yang tidak memiliki seorang pemimpin hanya punya peluang kecil untuk bertahan hidup. Sekali lagi, pernyataan tersebut menggambarkan peran kepemimpinan manajerial perusahaan sebagai keniscayaan, terutama berkaitan dengan upaya mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan ditengah himpitan akibat pandemi covid 19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here