Home Opini Industrialisasi Berbasis Ekonomi Kerakyatan

Industrialisasi Berbasis Ekonomi Kerakyatan

0
SHARE

Oleh: Dr Benny Pasaribu

Kembali berita menggembirakan bahwa neraca perdagangan Indonesia Agustus 2017 mengalami surplus sebesar USD 1,72 Miliar yang merupakan angka tertinggi sejak tahun 2012 (Data BPS Sept 2017).

Seringkali data/ fakta yang menggembirakan seperti ini luput dari pengamatan media dan para pakar dan pelaku usaha. Padahal surplus perdagangan pada bulan Agustus ini pastilah merupakan hasil kerja keras dari pemerintah dan stakeholder lainnya.

Data ini juga akan berdampak positip terhadap akumulasi devisa negara, penguatan kurs dan penurunan pengangguran dan kemiskinan. Peningkatan harga hasil bumi (produk pertanian dan tambang), terbukti dapat direspon dengan baik oleh pelaku usaha dengan meningkatkan produksi dan ekspor.

Pemerintah juga berhasil memperbaiki prosedur perijinan dan pembangunan infrastruktur di perbagai pelosok tanah air.

Memang tantangan terbesar ke depan adalah terutama di sektor pertanian (hulu) dan industri. Bagaimanapun industrialisasi Indonesia membutuhkan kontinuitas bahan baku dari hasil bumi sendiri.

Industrualisasi artinya hilirisasi untuk menghasilkan nilai tambah di dalam negeri. Daya saing hasil industri ke depan hanya dapat ditingkatkan melalui industrialisasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Industri dasar dapat dikembangkan melalui clusterisasi (dekat dengan bahan baku) dan industri hilir di fokuskan di dalam kawasan industri  atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dekat dengan pelabuhan atau bandara. Untuk itu infrastruktur industri yang dibutuhkan ke depan adalah pembangunan jalan dan jembatan dari lokasi cluster ke kawasan, sehingga bea logistik dan dweling time diturunkan secara signifikan.

Selain itu impor bahan pangan seharusnya dibatasi agar proses industrialisasi terintegrasi  dari hulu ke hilir bisa terlaksana dengan memberikan insentif kepada para petani di hulu dan menghidupkan industri dasar di cluster.

Disamping itu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri vokasi perlu di dorong agar pelaku usaha di hulu yang relatif rendah pendidikannya dapat ditingkatkan ketrampilannya dan produktifitasnya.

Demikian juga ketersediaan teknologi tepat guna di hulu dan industri dasar perlu dikembagkan berbasis kearifan lokal bekerjasama dengan Litbang (penelitian pengembangan), BPPT ( Badan Pengembamgan dan Penelitian Teknologi), dan Perguruan Tinggi.

Dengan demikian industrialisasi ke depan harus memberikan nilai tambah kepada pelaku ekonomi/ petani di hulu.

(Penulis adalah Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here