Home News Virus Corona Mulai Ancam Industri Pariwisata Indonesia

Virus Corona Mulai Ancam Industri Pariwisata Indonesia

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Dampak wabah virus corona di China mulai dirasakan oleh pelaku usaha pariwisata di Indonesia yang selama ini mengandalkan kunjungan wisatawan dari negara tersebut.

China merupakan negara yang memberikan kontribusi besar terhadap sektor pariwisata di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Negeri Tirai Bambu selama ini menjadi penyumbang terbesar jumlah wisatawan ke berbagai destinasi wisata Indonesia, khususnya Bali.

Sekjen Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno mengatakan pihaknya sudah merasakan dampak dari virus corona. Dia menyebut sejumlah wisatawan China akhirnya memilih untuk membatalkan kunjungannya ke berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia.

“Sudah ada juga [pembatalan], rekan dari Bali mengatakan kalau ada pembatalan [kunjungan wisatawan] dari China,” kata Pauline, Minggu (26/0).

Menurut Pauline, pembatalan tersebut dilakukan lantaran Pemerintah China telah melarang warganya berkunjung ke luar negeri mulai 27 Januari 2020 demi meminimalisasi penyebaran virus corona. Mulai 24 Januari 2020 warga China diketahui sudah dilarang bepergian antarprovinsi.

Sebagai tindak lanjut, sejumlah penerbangan internasional dari dan menuju ke China, khususnya Wuhan juga sudah dibatalkan. Demikian halnya dengan bus antarkota antarprovinsi yang layanannya juga dihentikan sejak beberapa hari lalu.

“Penerbangan Jakarta-Hainan mulai kemarin, Sabtu (25/01), sudah dibatalkan, menyusul nanti Jakarta-Kunming,” ungkap Pauline.

Kemudian, untuk wisatawan dari Tanah Air, menurut Pauline sebagian di antaranya memilih untuk mengalihkan perjalanannya ke negara yang aman dari penyebaran virus corona. Selain itu, ditutupnya sebagian besar destinasi wisata juga menjadi pertimbangan wisatawan Indonesia yang berencana mengunjungi Negeri Tirai Bambu.

Menurut Pauline saat ini sejumlah agen perjalanan dan wisatawan yang terlanjur mengantongi tiket menuju sejumlah kota di China masih menunggu kabar terbaru dari maskapai penerbangan untuk pembatalan.

“Isu virus Corona ini kan mulai ramai saat akhir pekan dan libur Tahun Baru China atau Imlek di mana pihak maskapai penerbangan belum mengeluarkan pengumuman apakah tiket yang sudah issued ini bisa refund apa tidak,” tutur Pauline.

Demikian halnya dengan Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies/ASITA) Budijanto Ardiansjah. Dia tidak menampik bahwa virus corona berdampak pada pelaku usaha pariwisata di Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri kunjungan wisatawan China dari tahun ke tahun jumlahnya terus mengalami peningkatan. Budijanto menyebut saat ini pihaknya masih mengandalkan kunjungan wisatawan China dari kota-kota yang penerbangan langsungnya dari dan menuju Indonesia belum dibatalkan.

“Kami ya untuk saat ini masih mengantisipasinya dengan kunjungan wisatawan dari kota-kota yang penerbangan langsungnya ke Indonesia belum dibatalkan. Dari Wuhan ke Bali itu kan sudah dibatalkan ya, sekarang kami ya mengandalkan saja dari Beijing atau Shanghai yang masih aman dan belum dibatalkan,” kata Budijanto, Minggu (26/01).

Wisatawan dari dalam negeri yang sudah terlanjur memesan paket wisata ke China menurut Budijanto memilih untuk melakukan penundaan sampai situasi kembali kondusif. Namun, wisatawan yang baru merencanakan kunjungan ke China lebih memilih untuk beralih ke negara-negara yang aman dari ancaman virus corona.

“Rata-rata ya memilih untuk mengalihkan liburan mereka, ada yang ke Eropa tetapi masih lebih banyak ke negara-negara Asia yang aman atau belum terdampak virus corona itu,” ungkapnya.(Bis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here