Home News Tiga Jurus BI dan Pemerintah Jaga Inflasi 2020

Tiga Jurus BI dan Pemerintah Jaga Inflasi 2020

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pemerintah dan Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sesuai dengan target yang sudah ditetapkan pada tahun ini yakni 3% plus minus 1%. Salah satunya dilakukan dengan melaksanakan rapat koordinasi antar pimpinan kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP).

Adapun rapat TPIP tersebut dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Dalam rapat tersebut, ada tiga langkah strategis pengendalian inflasi yang disepakati.

Pertama, menjaga inflasi komponen bergejolak (volatile food) dalam kisaran 4% plus minus 1%, melalui penguatan empat pilar strategi yang mencakup Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Keempat pilar tersebut difokuskan untuk menurunkan disparitas harga antar waktu dan antar wilayah.

Kemudian, juga menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan memperkuat kelembagaan pertanian, disertai peningkatan kapasitas, pembiayaan, dan pengembangan ekosistem pertanian digital, termasuk sinkronisasi program dan data.

Kedua, memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi masyarakat dan ketiga adalah memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Rakornas Pengendalian Inflasi pada Juni 2020.

Langkah ini dilanjutkan karena sepanjang 2019 lalu, kebijakan yang ditempuh oleh BI dan Pemerintah dapat menjaga inflasi tetap stabil. Inflasi 2019 tercatat rendah terkendali pada level 2,72% dan berada dalam kisaran sasaran 3,5% plus minus 1%.

Pencapaian ini merupakan terendah selama dua dekade terakhir dan melanjutkan tren terjaganya realisasi inflasi pada kisaran sasaran selama lima tahun terakhir. Inflasi yang terus menurun dan terkendali dalam sasaran dipengaruhi oleh semakin terjangkarnya ekspektasi inflasi dan terjaganya kestabilan nilai tukar yang merupakan hasil dari terus kuatnya koordinasi kebijakan antara Pemerintah dan Bank Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pembangunan infrastruktur terus dioptimalkan sehingga memberikan dampak positif dalam perbaikan konektifitas dan kelancaran distribusi barang dan jasa. Inflasi yang rendah dan stabil telah mendukung momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi global yang melambat.(Cbc).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here