Home News Terungkap! SBY dan Cikeas Terlibat dalam Perampokan Jiwasraya Lewat Benny Tjokosaputro

Terungkap! SBY dan Cikeas Terlibat dalam Perampokan Jiwasraya Lewat Benny Tjokosaputro

0
SHARE

 

Matanurani, Jakarta – Partai Demokrat memang dikenal sebagai partai paling solid. Kesolidan mereka bertujuan untuk menutup borok masing-masing. Masih ingat dengan slogan “katakan tidak pada korupsi”?. Padahal yang korupsi ya kader Demokrat sendiri. Ini makanya ketika Jokowi hendak membuka kasus Jiwasraya yang merugi sejak 2006, SBY beserta kader Demokratnya bak cacing kepanasan. Itu semua karena ada borok mereka yang hendak dibuka. Ternyata Jiwasraya seperti skandal Bank Century yang hendak dibuat merugi dengan dalih investasi.

Sebelumnya diberitakan dari reqnews.com, dugaan mega korupsi di Jiwasraya terjadi bersamaan dengan terbitnya produk JS Saving Plan pada tahun 2013-2018 lalu. Perusahaan plat merah ini, dianggap banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi.

Yakni, penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp 5,7 Triliun dari aset finansial. Lalu penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp 14,9 Triliun. Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya sampe hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp 13,7 Triliun.

Produk itu menawarkan persentase bunga di atas nilai rata-rata berkisar 6,5 persen hingga 10 persen. Berkat penjualan produk ini, persero memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun.

Direksi lama menempatkan dana nasabah pada saham-saham dikelola Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro seperti PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT Hanson Internationl Tbk (MYRX), PT Rimo Internasional Lestari Tbk (RIMO), dan PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN).

Dilansir dari koranbogor.com, tim audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan bahwa investasi Jiwasraya pada MTN Hanson senilai Rp680 miliar berisiko gagal bayar. Pemilik PT Hanson Internasional sendiri adalah Benny Tjokrosaputro.

Konglomerat klan Tjokrosaputro memiliki perusahaan bernama PT Power Telecom (PowerTel). Dicky Tjokosaputro duduk sebagai Direktur Utama sedang komisaris utamanya dipegang adik ipar SBY, Hartanto Edhie Wibowo. Salah satu kader Demokrat yang juga menjadi komisaris adalah Roy Suryo.

Dalam buku “Gurita Cikeas” karangan George Aditjondro disebutkan PT PowerTel terlibat membiayai dana kampanye SBY. Bukunya juga berusaha menjawab rahasia di balik kemenangan fantastis Partai Demokrat. Suara pemilih Demokrat naik tiga kali lipat dalam satu periode pemerintahan, dari sekitar tujuh persen menjadi sekitar 20 persen.

Penggalangan dana yang luar biasa, serta besarnya pembelian suara oleh para kadernya, memainkan peranan besar dalam melonjaknya angka pemilih Partai Demokrat dan calon presidennya. Kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan hanya karena kehebatan kharismanya. Tapi juga luberan dana jutaan rupiah yang dikemas Fox Indonesia lewat iklan-iklan di media cetak dan elektronik, dan dibarengi klaim-klaim kesuksesan periode kepresidenan SBY yang pertama.

Besarnya biaya pencitraan SBY melalui media, serta meluasnya jangkauan ‘kedermawanan’ yayasan-yayasan yang berafiliasi ke SBY dan Ny Ani Yudhoyono, membuat keluarga Cikeas semakin tergantung pada sejumlah pengusaha kelas kakap dari era Soeharto. Mereka antara lain Syamsul Nursalim, Hartati Murdaya, dan kelompok Sampoerna, maupun perusahaan yang muncul di era SBY seperti PT PowerTel dan Batik Allure milik Tjokrosaputro.

Dalam tulisan lain, George Aditjondro juga menyebut beberapa proyek besar diberikan Hatta Rajasa kepada PT PowerTel. Seperti metode pencucian uang, dana hibah dari luar negeri (Jepang) yang diberikan pada PT PowerTel pada akhirnya digunakan untuk membiayai kampanye SBY.

Dari sini terlihat benang merah hubungan Tjokrosaputro dan Cikeas. Menilik kerugian Jiwasraya menurut BPK sejak tahun 2006 di mana saat itu adalah periode pertama SBY. Sejak itu pula laporan keuangan Jiwasraya dipalsukan dan dibuat untung padahal sebenarnya rugi. Raibnya uang Jiwasraya 600 milyar lebih ke perusahaan milik Tjokrosaputro bisa diusut apakah ikut mengalir untuk dana kampanye Cikeas seperti Century. Kalau sampai terbukti ini bisa menjerat SBY beserta kroninya ke penjara. Makanya kader Demokrat meradang dan hendak membentuk pansus.

Kemungkinan besar pansus yang diprakarsai Demokrat tak akan bisa menjerat aktor utama kecuali hanya direksi Jiwasraya. Mereka tak mungkin mengusut aliran dana yang akan membahayakan sang majikan, SBY. Tapi, kita percaya pemerintah Jokowi dan Erick Tohir akan mengusut kasus ini hingga ke akar. Kalau melawan Cendana dengan mengambil yayasan Supersemar saja Jokowi berani, apalagi dengan Cikeas yang baru kemarin sore.(Sea).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here