Home News Survei: Tim Menteri Ekonomi Jokowi Jilid I Cuma 37 Persen yang Ideal

Survei: Tim Menteri Ekonomi Jokowi Jilid I Cuma 37 Persen yang Ideal

0
SHARE
Kumpulkan Menteri, Jokowi Mulai Siapkan Rencana Kerja Pemerintah 2020

Matanurani, Jakarta – Tim menteri ekonomi Kabinet Kerja atau Kabinet Jilid I Presiden Joko Widodo ternyata tidak sepenuhnya dianggap telah ideal oleh kalangan investor institusi. Sebab, mayoritas dari mereka hingga paruh kedua tahun ini cenderung menilai netral komposisi menteri ekonomi yang ada saat ini.

Katadata Investor Confidence Index mengungkapkan, dari survei yang dilakukan terhadap 260 pengelola dana investasi, yang berasal dari perusahaan manajemen investasi, asuransi, dan dana pensiun mengungkapkan, 37 persen investor mengatakan tim ekonomi saat ini ideal, 55 persen netral dan 8 persen tidak ideal.

Panel Ahli Katadata Insight Center, Damhuri Nasution, mengatakan para investor yang secara total mengelola dana investasi sebesar Rp700 triliun itu telah di survei melalui wawancara telepon dan surat elektronik pada 24 Juni hingga 2 Juli 2019.

“Penilaian responden ke tim kabinet saat ini, yang merasa tim saat ini ideal itu relatif rendah. Itu cuma 37 persen. Sebagian besar netral, yakni 55 persen, dan yang merasa tidak ideal hanya 8 persen,” kata dia di Jakarta, Kamis, (25/7).

Meski demikian, dia memastikan bahwa indeks kepercayaan investor terhadap pemerintah terus mengalami kenaikan, yakni dari nilai indeks pada kuartal I 2019 sebesar 172,1 poin menjadi 175,1 poin pada kuartal II 2019. Itu karena kinerja pemerintah dianggap membaik.

Terutama, terkait dengan memberikan kepastian hukum dan jasa keadilan dengan nilai indeks yang meningkat pesat dari 144,7 poin menjadi 160,8 poin. Diikuti oleh, penilaian mereka terhadap kinerja pemerintah dalam menyediakan dan merawat infrastruktur dengan nilai indeks dari yang sebesar 184,7 poin menjadi 191,9 poin.

“Indeks kepercayaan investor ke pemerintah masih alami kenaikan dari 172,1 poin jadi 175,8 poin. Kalau kita lihat komponennya yang dorong adalah beri kepastian hukum dan rasa keadilan serta menyediakan dan merawat infrastruktur,” ucap Damhuri.

Adapun komponen penyusun indeks lainnya, seperti stabilitas harga barang dan jasa dinilai oleh investor alami penurunan. Dengan nilai sebesar 174,1 poin pada kuartal I menjadi hanya sebesar 173,8 poin. Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja yang indeksnya turun dari 174,1 poin menjadi 172,7 poin. (Viv).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here