Home News Survei: Pengusaha Tahan Corona 6 Bulan, Ada yang Cuma 1 Bulan

Survei: Pengusaha Tahan Corona 6 Bulan, Ada yang Cuma 1 Bulan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Industri makanan dan minuman (mamin) yang semula diprediksi tumbuh akibat banyaknya masyarakat yang bekerja dari rumah, justru berada dalam kesulitan. Padahal, momen bulan Ramadhan biasanya produsen makanan dan minuman bisa mendapat banyak cuan tapi sebaliknya karena pandemi corona.

Sekuat apa cashflow pengusaha mamin dalam menghadapi corona? Sebelumnya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan anggotanya hanya mampu bertahan sampai Juni 2020.

Dari hasil survei internal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), lebih dari 30% produsen mengaku hanya bisa bertahan kemampuan cashflow dalam rentang 1-3 bulan mendatang atau Juni-Juli 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 6% hanya bertahan kurang dari satu bulan.

Sementara itu, 22% mengaku bertahan dalam rentang 4-5 bulan ke depan. Sedangkan 46% lain menyatakan mampu bertahan hingga 6 bulan ke depan.

Kesanggupan produsen dalam bertahan tidak lepas dari pendapatan perusahaan yang kini juga terus menurun. Ketua umum Gappmi Adhi S. Lukman pun bingung akan kondisi saat ini.

“Menjelang lebaran, puasa harusnya meningkat drastis, tapi nggak terjadi sampai sekarang. Belum kelihatan ada lonjakan,” sebutnya.

Fakta tersebut menjadi acuan bagi pelaku industri untuk mengurangi kapasitas produksi. Sehingga jangan harap untuk menyusun ekspansi investasi, 34% produsen mengaku akan mengurangi kapasitas produksi demi menekan biaya. Sementara 66% lainnya tetap optimistis dengan kapasitas produksi yang ada saat ini.

“Saya tetap optimistis ketika COVID-19 selesai, pasti yang cepat recovery makanan dan minuman. Karena emang paling dibutuhkan. Ketika kegiatan mulai normal, pasti makanan minuman yang pertama dicari,” sebut Adhi.(Cnb).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here