Home News Survei Membuktikan, Sebagian Masyarakat Ini percaya bahwa virus corona hanya konspirasi

Survei Membuktikan, Sebagian Masyarakat Ini percaya bahwa virus corona hanya konspirasi

0
SHARE

Matanurani, Depok –  Sejumlah akademisi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) yang tergabung dalam tim Periset Cluster Innovation and Governance (CIGO) menemukan, sebagian masyarakat masih percaya bahwa pandemi Covid-19 adalah konspirasi elit global.

Hal tersebut tercermin dari jawaban sebagian orang yang menjadi responden kajian ini. “Pada kajian ini diperoleh insight pula bahwa sebanyak 21% atau 150 responden meyakini Covid-19 merupakan konspirasi elit global,” ungkap Kepala Kantor Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI, Amelita Lusia lewat keterangan resmi, Jumat (6/11).

“Mayoritas responden yang menyatakan hal tersebut berasal dari Bogor dan DKI Jakarta, yaitu sebesar 24,1% dan 22,5%,” imbuhnya.

Responden yang masih meyakini hoaks konspirasi elit global di balik pandemi Covid-19 umumnya warga berusia 25-40 tahun, berpendidikan SMP-SMA, dan dengan pengeluaran kurang dari Rp 2,5 juta sebulan.

“Penelitian ini juga menemukan hasil bahwa responden yang mempercayai Covid-19 adalah konspirasi elit global, mayoritas memiliki persepsi bahwa virus ini hanya berbahaya untuk masyarakat lansia dan masyarakat dengan komorbid (penyakit penyerta),” ungkap Amelita.

Di sisi lain, kajian ini juga menemukan bahwa belum seluruh warga mengenakan masker dengan benar, kendati punya persepsi untuk mematuhi protokol kesehatan.

Tim periset CIGO FIA UI merekomendasikan agar pemerintah dapat terus melakukan edukasi secara lebih seksama melalui berbagai media. Dialog bersama tokoh masyarakat hingga ke tataran lokal juga sebaiknya ditempuh pemerintah agar masyarakat meyakini eksistensi dan risiko Covid-19 terhadap kesehatan.

“Kami juga merekomendasikan agar pemerintah mengintensifkan kebijakan surveilans yaitu tracing, testing dan treatment, mengingat kasus penularan harian Covid-19 di Indonesia terus meningkat,” ujar Eko Sakapurnama, ketua tim penelitian ini melalui keterangan yang sama. (Ktn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here