Home News Sri Mulyani: Bila China Melemah, Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,7%

Sri Mulyani: Bila China Melemah, Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,7%

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kondisi mewabahnya virus corona telah membuat perekonomian negara-negara mitra dagang strategis Indonesia terpukul. Indonesia,bakal merasakan dampak buruknya.

Bahkan, berdasarkan penghitungan pemerintah, pelemahan perekonomian China sebesar 1%, bisa membuat ekonomi Indonesia turun hingga 0,3%. Artinya, pertumbuhan ekonomi tahun ini kemungkinan hanya tumbuh di bawah 5%. Target pertumbuhan ekonomi 2020 dipatok 5,3%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, bahwa kondisi ini yang pada akhirnya membuat pemerintah mengobral berbagai stimulus untuk memberikan dorongan lebih bagi perekonomian.

“Kita berharap ini akan bersama-sama menetralisir dampak corona virus yang apabila pertumbuhan ekonomi RRT turun 1%, maka dampaknya ke dalam perekonomian sekitar 0,3%,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (25/2).

“Ini kita sedang kurangi dampak negatif yang kemungkinan bisa menurunkan baseline growth kita hingga 4,7%, Baseline kita di 5,02% di 2019, apabila terjadi pelemahan ekonomi dunia maupun RRT, kemungkinan negatifnya bisa mencapai 4,7%,” katanya.

Pemerintah baru saja merilis berbagai instrumen fiskal untuk menggenjot konsumsi dalam rangka menghadapi risiko penyebaran virus corona terhadap sendi perekonomian.

Pertama,15,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) akan mendapatkan tambahan uang sebesar Rp 50 ribu menjadi Rp 200 ribu. Pemerintah akan menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 4,56 triliun.

Kedua, subsidi bunga perumahan dan uang muka. Nilainya Rp 800 miliar untuk subsidi selisih bunga selama 10 tahun di mana bunga yang dibayar konsumen hanya 5% dan Rp 700 miliar untuk subsidi uang muka KPR

Ketiga, insentif untuk mendukung pariwisata. Pemerintah akan memberikan tambahan anggaran Rp 298,5 miliar untuk insentif kepada maskapai dan travel agent untuk mendatangkan wisatawan asing maupun wisatawan domestik.

Keempat, pemerintah menihilkan pajak hotel dan restoran di 10 destinasi wisata dari Danau Toba hingga Manado. Sebagai gantinya, pemerintah akan memberikan subsidi atau hibah ke pemerintah daerah terdampak senilai Rp 3,3 triliun.

Adapun total dana yang siap digelontorkan pemerintah melalui stimulus ini lebih dari Rp 10 triliun. Lantas, apakah stimulus ini bisa mengkompensasi dampak corona terhadap perekonomian nasional

“Kalau dari cukup atau tidak kita lihat dari sisi kan tidak hanya satu-satunya instrumen dari fiskal. Maka kita bersama-sama dengan moneter dan juga dari OJK akan melakukan untuk sektor keuangannya,” jelasnya.(Cnb).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here