Home News Sebulan Jokowi-Ma’ruf : Antara Sabar Menunggu dan Sudah Cemas

Sebulan Jokowi-Ma’ruf : Antara Sabar Menunggu dan Sudah Cemas

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Masyarakat sipil masih membutuhkan waktu 100 hari untuk mengukur prospek pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Terhitung sejak pelantikan 23 Oktober 2019, Kabinet Indonesia Maju (KIM) telah 1 bulan mengemban amanah. Meskipun terdapat pro dan kontra dalam pemilihan anggota KIM, waktu 30 hari dinilai belum cukup untuk menilai performa mereka.

Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay mengamati bahwa pesimisme terhadap KIM masih mengemuka dari elemen kompetitor Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019. Tiadanya ide-ide untuk memecahkan persoalan bangsa secara komprehensif turut berkontribusi menambah sentimen negatif.

“Kayaknya saat ini lebih bicara ide-ide seperti teknologi informasi. Tapi apakah persoalan absolut kita di sana?” ujarnya usai acara diskusi di Jakarta, Minggu (24/11).

Hadar menjelaskan bahwa penilaian terhadap performa pemerintahan baru idealnya dilakukan setelah 100 hari bekerja. Ironisnya, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tidak memiliki program 100 hari.

Untuk itu, kata dia, masyarakat sipil perlu membuat evaluasi tersendiri bagaimana jalannya pemerintahan setelah 3 bulan plus 10 hari. Penilaian dilakukan sektor per sektor sehingga kekurangan dan strategi untuk mengatasinya dapat menjadi masukan pemerintah.

“Dalam 100 hari ke depan masak sih tidak ada strategi dan tugas-tugas apa yang sudah dicapai,” kata mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini.(Bis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here